Admin 06 Jun 2026 16:12

 

Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

Panduan strategis Indonesia periode tahun 20152019 untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui pencegahan dan penanganan komprehensif.

Pelajari Lebih Lanjut

Latar Belakang & Pentingnya RAN PTM

Langkah konkret pemerintah dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

Penyakit Tidak Menular (PTM) telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang paling dominan di Indonesia dan dunia. Data menunjukkan bahwa PTM menyumbang proporsi kematian terbesar secara nasional. Penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes melitus, dan penyakit paru kronis kini menjadi penyebab utama kematian dini sebelum usia 70 tahun.

Merespons tingginya beban penyakit ini, Pemerintah Indonesia telah menetapkan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (RAN PTM) untuk periode 20152019. Dokumen ini diturunkan dari Strategi Nasional Penanggulangan PTM (Stranas PTM) dan bertujuan untuk memberikan arah yang jelas bagi seluruh sektor, bukan hanya sektor kesehatan, tetapi juga sektor terkait lainnya untuk bersinergi dalam pencegahan dan pengendalian PTM.

RAN PTM 20152019 dirancang untuk mencapai target global yaitu mengurangi angka kematian dini akibat PTM sebesar 25% pada tahun 2025. Fokus utamanya adalah promosi kesehatan untuk mencegah munculnya faktor risiko, deteksi dini bagi mereka yang berisiko, serta pengelolaan kasus yang berkualitas untuk mencegah komplikasi dan kematian.

Tujuan Utama

Menurunkan angka kesakitan, kematian, dan kecacatan akibat PTM melalui pencegahan faktor risiko, penemuan kasus dini, dan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Empat Pilar Strategi Nasional

Pendekatan multisektoral untuk menanggulangi PTM secara efektif di Indonesia.

Promosi Kesehatan dan Pencegahan Primer

Pilar ini berfokus pada upaya mencegah masyarakat agar tidak terkena faktor risiko PTM. Langkahnya mencakup advokasi kebijakan pendukung, seperti Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pajak cukai rokok, pengaturan promosi makanan/minuman tidak sehat kepada anak, serta kampanye hidup aktif. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat menjadi kunci dalam pilar pertama ini.

Deteksi Dini dan Penemuan Kasus

Pilar ini menekankan pentingnya menemukan penderita PTM sedini mungkin sebelum timbul komplikasi serius. Strateginya meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, seperti pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan penyaringan kanker. Layanan ini diintegrasikan ke dalam Pelayanan Kesehatan Pedesaan (Puskesmas) dan posyandu lansia agar mudah diakses oleh masyarakat luas.

Pengelolaan Kasus berbasis Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Bagi masyarakat yang telah terdiagnosis PTM, pilar ini memastikan mereka mendapatkan pengobatan yang tepat, berkualitas, dan terjangkau standar. Penatalaksanaan berpedoman pada pedoman klinis nasional (Clinical Pathway) untuk memastikan keseragaman standar pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit. Termasuk di dalamnya adalah pencegahan komplikasi dan rehabilitasi.

Surveilans, Pemantauan, dan Evaluasi

Pilar pendukung ini berfungsi untuk memantau tren penyakit dan faktor risiko di masyarakat melalui sistem surveilans yang akurat. Data yang dikumpulkan, seperti melalui STEPS (Surveilans Faktor Risiko PTM), digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan program RAN PTM dan menjadi dasar pembuatan kebijakan di masa depan. Sistem pelaporan nasional yang terintegrasi menjadi tulang punggung pilar ini.

Empat Penyakit Utama Prioritas

RAN PTM 2015-2019 memfokuskan sumber daya pada empat penyakit dengan beban morbiditas dan mortalitas tertinggi.

Penyakit Jantung

Penyakit kardiovaskular menjadi pembunuh nomor satu. Upaya pencegahan difokuskan pada pengendalian hipertensi dan kadar kolesterol darah.

Diabetes Melitus

Fokus pada pengendalian gula darah untuk mencegah komplikasi seperti kebutaan, gagal ginjal, dan luka diabetes yang sulit sembuh.

Kanker

Diutamakan kanker serviks dan payudara melalui skrining IVA dan SADANIS, serta peningkatan akses terapi kanker standar.

Penyakit Paru Kronis

Utamanya Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan asma, dengan intervensi utama pada pengurangan paparan asap rokok dan polusi udara.

Pengendalian Faktor Risiko

Kunci keberhasilan RAN PTM terletak pada modifikasi faktor risiko yang dapat diubah.

Rencana aksi ini mengakui bahwa PTM sebagian besar dapat dicegah dengan menghilangkan faktor risiko perilaku umum. RAN PTM 2015-2019 menargetkan pengurangan prevalensi empat faktor risiko utama:

Rokok dan Produk Tembakau

Penggunaan tembakau adalah faktor risiko paling signifikan untuk berbagai PTM. Strategi pengendalian mencakup implementasi Kawasan Tanpa Rokok yang ketat, penerapan kewajiban mencantumkan peringatan kesehatan bergambar (pictorial health warning), dan peningkatan cukai hasil tembakau untuk menurunkan daya beli rokok, terutama di kalangan anak muda.

Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup sedenter berkaitan erat dengan obesitas dan penyakit metabolik. Rencana aksi mendorong penciptaan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik, seperti jalur sepeda, taman kota, serta program senam massal dan integrasi aktivitas fisik di sekolah dan tempat kerja.

Konsumsi Makanan Tidak Sehat

Pola makan tinggi garam, gula, dan lemak jenuh menjadi pemicu hipertensi dan diabetes. Intervensi meliputi edukasi gizi seimbang, promosi pengurangan konsumsi garam di level rumah tangga dan industri, serta regulasi pemasaran makanan/minuman tinggi gula, garam, dan lemak kepada anak-anak.

Konsumsi Alkohol Berbahaya

Konsumsi alkohol berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronis dan kecelakaan. Pengendalian difokuskan melalui regulasi peredaran minuman beralkohol, pembatasan jam operasional penjualan, dan kampanye edukasi tentang bahaya kesehatan akibat konsumsi alkohol.

Kesimpulan

Sinergi menuju masa depan yang lebih sehat.

Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (RAN PTM) 20152019 bukan hanya dokumen rencana tertulis, melainkan komitmen serius bangsa Indonesia untuk menyelamatkan generasi mendatang dari belitan penyakit kronis.

Beban ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh PTM sangat besar, baik dari sisi biaya pengobatan jangka panjang maupun produktivitas kerja yang hilang. Oleh karena itu, penerapan strategi pencegahan primer melalui pengendalian faktor risiko menjadi investasi paling efisien untuk sistem kesehatan nasional.

Keberhasilan implementasi RAN PTM ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektorpendidikan, industri, perdagangan, lingkungan hidup, dan lainnyaserta peran aktif masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan kerja sama yang kuat dan disiplin dalam pelaksanaan, target penurunan angka kematian dini akibat PTM dapat dicapai, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

```

File Referensi Untuk Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (Tahun 2015 2019)
Screenshoot
Nama File
79950pmk_5_2017_ttg_rencana_aksi_nasional_penanggulangan_ptm_2015_2019.pdf

Ukuran File
1.08 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (Tahun 2015 2019). Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (Tahun 2015 2019) dan Link Dow...


admin
Admin
2026-06-06 16:12:13

Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tentang Perubahan Atas Peraturan Kepala Ba...


admin
Admin
2026-06-10 16:32:16

Rencana Aksi Program Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit 2015 2019 dan Link Download File...


admin
Admin
2026-06-06 16:30:25

Rencana Aksi Kegiatan BTKLPP Kelas I Manado Tahun 2015 2019 dan Link Download File Referen...


admin
Admin
2026-06-10 10:22:16

Penyakit Menular dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-30 12:20:11