1. Tujuan dan Ruang Lingkup
Standard Operating Procedure (SOP) ini disusun dengan tujuan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh personil, mahasiswa, peneliti, dan pengunjung yang bekerja di area laboratorium. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang benar adalah langkah pertama dan paling krusial dalam mencegah kecelakaan kerja, paparan bahan berbahaya, serta kontaminasi silang.
SOP ini berlaku untuk seluruh aktivitas di dalam laboratorium kimia, biologi, fisika, dan laboratorium terpadu yang menggunakan bahan kimia, sampel biologis, atau alat-alat berpotensi bahaya. Kepatuhan terhadap dokumen ini bersifat wajib.
2. Definisi
- APD (Alat Pelindung Diri): Perlengkapan yang wajib digunakan pekerja untuk melindungi dirinya dari potensi bahaya fisik, kimia, biologi, atau radiasi.
- Bahan Berbahaya (B3): Bahan yang bersifat korosif, racun, mudah terbakar, atau reaktif yang dapat membahayakan kesehatan.
- Kontaminasi: Masuknya atau terjadinya pengotoran (kotoran, mikroorganisme, zat kimia) pada benda atau area yang seharusnya steril atau aman.
3. Peralatan Perlindungan Diri (APD)
Berikut adalah jenis APD standar yang wajib digunakan sesuai dengan risiko aktivitas di laboratorium:
Jas Laboratorium
Harus terbuat dari bahan katun tahan api atau campuran polyester, berlengan panjang, dan kancing depan yang tertutup rapat.
Kacamata Pelindung
Goggles yang menutupi area mata secara penuh untuk melindungi dari percikan cairan, uap, atau partikel debu.
Sarung Tangan
Sarung tangan lateks, nitrile, atau neoprene. Pilih jenis bahan yang sesuai dengan bahan kimia yang ditangani.
Sepatu Keselamatan
Wajib menggunakan sepatu tertutup (bukan sandal atau sepatu terbuka) yang menutupi jari kaki dan tumit.
4. Prosedur Kerja
Prosedur penggunaan APD dibagi menjadi menjadi tiga tahap utama: persiapan, penggunaan saat bekerja, dan melepaskan APD.
4.1. Pemeriksaan Sebelum Penggunaan
Periksa kondisi fisik Jas Lab. Pastikan tidak ada sobekan, lubang, atau noda kimia yang belum tercuci. Kancing harus berfungsi dengan baik.
Periksa kacamata pelindung. Pastikan lensa bersih dan tidak tergores, serta tali pengikat masih elastis dan kuat.
Uji sarung tangan dengan mengisi sedikit udara atau menarik ujungnya untuk memastikan tidak ada lubang kecil (pinhole). Ganti segera jika basah atau robek.
4.2. Tata Cara Mengenakan APD (Donning)
Urutan pengenapan APD yang benar sangat penting untuk meminimalisir kontaminasi:
- Kenakan sepatu tertutup terlebih dahulu.
- Kenakan Jas Lab. Pastikan lengan jas menutupi pergelangan tangan dengan rapat. Kancing semua kancing sampai leher.
- Kenakan Masker (jika diperlukan untuk aktivitas aerosol atau patogen). Pastikan masker menutupi hidung dan mulut dengan erat.
- Kenakan Kacamata Pelindung. Letakkan di atas mata dengan posisi strap di belakang kepala, tidak menghalangi pandangan.
- Kenakan Sarung Tangan. Tarik ujung sarung tangan agar menutupi manset (ujung lengan) jas lab. Hal ini untuk mencegah cairan masuk ke lengan.
4.3. Selama Bekerja di Laboratorium
Saat aktifitas berlangsung, perhatikan hal-hal berikut:
- Jangan menyentuh wajah, rambut, atau ponsel saat menggunakan sarung tangan yang terkontaminasi.
- Jika sarung tangan robek atau terkena kontaminasi berat, lepaskan segera, cuci tangan, dan ganti dengan sarung tangan baru.
- Jas Lab tidak boleh dipakai keluar dari area laboratorium (misalnya ke kantin atau ruang istirahat).
- Ikat rambut panjang agar tidak menghalangi pandangan dan menyentuh bahan kimia.
Peringatan: Jika terjadi Kontak langsung dengan bahan kimia pada kulit atau mata, segera larikan ke stasiun pencuci mata (eyewash) atau safety shower dan bilas dengan air mengalir minimal 15 menit tanpa menghapus APD yang terkontaminasi terlebih dahulu untuk meminimalisir penyebaran.
5. Tata Cara Melepaskan APD (Doffing)
Proses melepaskan APD harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari paparan langsung kulit terhadap permukaan APD yang mungkin telah terkontaminasi. Lakukan kebalikan dari urutan pengenapan:
Melepaskan Sarung Tangan: Pegang ujung luar sarung tangan tangan kanan dengan tangan kiri, lalu tarik ke luar sambil membaliknya (jangan menyentuh bagian dalam kulit). Ulangi untuk tangan kiri dengan jari-jari sarung tangan kanan yang sudah dilepas. Buang ke tempat sampah limbah B3.
Melepaskan Kacamata/Masker: Lepaskan kacamata dan masker dengan memegai tali/karet di belakang kepala (jangan pegang lensa atau bagian depan masker). Tempatkan kacamata di area desinfeksi atau cuci.
Melepaskan Jas Lab: Buka kancing perlahan. Tarik jas lab dari bahu ke bawah sehingga bagian luar yang terkontaminasi terlipat ke dalam. Hati-hati agar tangan tidak menyentuh bagian luar jas. Gantung jas lab di tempat yang telah disediakan atau masukkan ke keranjang pencucian jika kotor.
Cuci Tangan: Segera cuci tangan dengan sabun antibakteri dan air mengalir selama minimal 20-30 detik setelah semua APD dilepas.
6. Pemeliharaan dan Penyimpanan
- Jas Lab: Dicuci secara terpisah dari pakaian sehari-hari jika terkontaminasi kimia. Ganti jas lab jika kerusakan sudah parah.
- Goggles: Bersihkan lensa dengan cairan pembersih lensa standar atau air sabun ringan setelah penggunaan. Jangan gunakan bahan abrasif yang dapat menggores lensa.
- Sarung Tangan: Untuk jenis reusable (misalnya pelindung panas), cuci sesuai anjuran. Sarung tangan disposabel (single-use) tidak boleh digunakan ulang dalam kondisi apapun.
- Penyimpanan: Simpan APD di lemari khusus yang bersih, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung atau paparan bahan kimia uap.
7. Referensi
- Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja.
- NIH Guidelines for Laboratory Safety.
- MSDS (Material Safety Data Sheet) bahan kimia yang digunakan di laboratorium.
