Pada tahun 2009, pasar karbon global berada di persimpangan penting antara kebijakan internasional yang semakin kuat dan dinamika pasar yang belum stabil. Setelah krisis keuangan global 2008, tekanan ekonomi mengubah profil permintaan dan penawaran kredit karbon, terutama dalam skema capandtrade dan mekanisme Clean Development Mechanism (CDM) di bawah Protokol Kyoto.
EU ETS tetap menjadi pasar karbon terbesar dengan volume perdagangan lebih dari 1,5 miliar unit emisi (EUAs) pada 2009. Harga EUA turun drastis dari sekitar 30 pada akhir 2008 menjadi kurang dari 12 pada akhir 2009 akibat kelebihan pasokan dan penurunan aktivitas industri.
CDM mencatat pertumbuhan proyek yang konsisten, dengan total kredit yang terdaftar mencapai lebih dari 2,5 miliar Certified Emission Reductions (CERs). Proyekproyek utama berasal dari sektor energi terbarukan (pembangkit listrik tenaga angin dan surya), energi efisien, serta pengelolaan limbah.
Pertumbuhan pasar sukarela tetap moderat. Permintaan utama datang dari perusahaan multinasional yang ingin mengimbangi jejak karbonnya secara sukarela, khususnya dalam sektor ritel, teknologi, dan transportasi.
Harga kredit karbon pada tahun 2009 menunjukkan volatilitas tinggi. Di EU ETS, harga jatuh sekitar 60% dalam satu tahun. Sementara itu, harga CER di pasar CDM turun dari US$12 per ton pada 2008 menjadi sekitar US$56 pada akhir 2009. Faktor utama ialah oversupply dan penurunan permintaan industri.
Penurunan harga kredit karbon membuat beberapa proyek CDM yang belum selesai menjadi tidak ekonomis, sehingga mengakibatkan penundaan atau pembatalan. Di sisi lain, nilai rendah kredit memberikan peluang bagi perusahaan dengan target ambisius untuk membeli kredit dengan biaya lebih rendah.
Para analis pada akhir 2009 memproyeksikan tiga skenario utama:
Tahun 2009 menandai periode transisi bagi pasar karbon global. Krisis ekonomi menurunkan permintaan dan menurunkan harga, memaksa regulator dan pelaku pasar untuk meninjau kembali desain skema perdagangan emisi. Reformasi kebijakan, peningkatan transparansi, dan integrasi pasar regional diperkirakan menjadi kunci untuk menciptakan pasar karbon yang lebih stabil dan dapat diandalkan dalam jangka menengah.
Sumber: Laporan EU ETS 2009, UNFCCC CDM Registry, Analisis pasar karbon oleh Bloomberg New Energy Finance.
