Statistika inferensial adalah cabang statistik yang bertujuan untuk mengambil kesimpulan atau membuat prediksi mengenai populasi berdasarkan data yang diambil dari sampel. Berbeda dengan statistika deskriptif yang hanya menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, atau ukuran ringkasan, statistika inferensial menambahkan proses penalaran, pengujian hipotesis, dan estimasi parameter yang tidak diketahui.
Dengan sampel yang representatif, kita dapat menggeneralisasi temuan ke seluruh populasi, meskipun tidak mengetahui nilai sebenarnya dari setiap elemen populasi. Pengantar Statistika Inferensial
Estimasi dapat dilakukan dengan dua pendekatan:
Langkahlangkah umum:
ANOVA digunakan untuk menguji perbedaan ratarata antara tiga kelompok atau lebih. Model dasar:
Y_{ij} = \mu + \tau_i + \epsilon_{ij} dimana \(\tau_i\) adalah efek perlakuan ke\(i\) dan \(\epsilon_{ij}\) adalah galat acak. Hasil utama berupa nilai F yang dibandingkan dengan nilai kritis F pada tingkat \(\alpha\).
Model regresi sederhana: \[ Y = \beta_0 + \beta_1 X + \varepsilon \] Estimasi koefisien \(\beta_0,\beta_1\) dilakukan dengan metode kuadrat terkecil. Signifikansi koefisien diuji lewat ttest, sedangkan kualitas model dievaluasi dengan koefisien determinasi (\(R^2\)).
Jika asumsi normalitas atau homogenitas varians tidak terpenuhi, digunakan uji nonparametrik seperti:
Seorang peneliti mengambil sampel acak sebanyak 120 mahasiswa dari total 5.000 mahasiswa di sebuah universitas. Dari sampel, ratarata tinggi badan diperoleh 165cm dengan standar deviasi 7cm. Dengan tingkat kepercayaan 95%, hitung CI untuk ratarata populasi.
Langkah:
Jadi, ratarata tinggi semua mahasiswa diperkirakan berada dalam interval 163,73cm 166,27cm.
Uji klinis acak membagi 80 pasien menjadi dua grup: grup A (obat) dan grup B (plasebo). Ratarata penurunan tekanan darah setelah 4 minggu: grup A = 12mmHg (SD=5), grup B = 7mmHg (SD=6). Uji hipotesis duasampel dengan \(\alpha = 0,05\) untuk menilai apakah obat memberikan penurunan yang signifikan.
Statistik uji (t):
t = \frac{\bar x_1-\bar x_2}{\sqrt{s_1^2/n_1 + s_2^2/n_2}} = \frac{12-7}{\sqrt{5^2/40 + 6^2/40}} 4,47 Dengan df 78, nilai kritis t pada \(\alpha/2 =0,025\) 1,99. Karena 4,47 > 1,99, tolak \(H_0\). Obat terbukti efektif.
Tiga metode pembelajaran (A, B, C) diuji pada 45 siswa (15 per grup). Nilai ratarata ujian akhir: A = 78, B = 85, C = 82. ANOVA menghasilkan F = 6,32 dengan nilai p = 0,004.
Karena p < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan di antara setidaknya satu pasangan grup. Analisis lanjut (posthoc Tukey) menunjukkan metode B memberikan nilai tertinggi secara signifikan dibandingkan A.
