Admin 08 Jun 2026 03:20

 

Studi Organoleptik Kompos Sampah Organik Menggunakan Kombinasi Aktivator EM4 dan Kotoran Ternak pada TPS3R IAIN Ambon

Latar Belakang

Pengelolaan sampah organik menjadi salah satu tantangan lingkungan yang penting bagi wilayah kepulauan seperti Maluku. Di IAIN Ambon, Tempat Pengelolaan Sampah 3R (TPS3R) telah dijadikan laboratorium lapangan untuk memproduksi kompos organik berbasis kotoran ternak (livestock manure) yang diperkaya dengan aktivator mikroba EM4. Aktivator EM4 mengandung campuran mikroorganisme menguntungkan (bakteri asam laktat, fotofermentasi, dan jamur yeast) yang dapat mempercepat proses degradasi bahan organik, meningkatkan nilai nutrisi, serta mengurangi bau tidak sedap.

Namun, selain parameter kimiafisik, kualitas kompos yang dihasilkan harus dapat diterima secara organoleptik oleh pengguna akhir, baik sebagai bahan tanam maupun sebagai bahan baku industri pertanian organik. Studi organoleptik meliputi evaluasi penampilan, bau, rasa, tekstur, dan warna. Penelitian ini bertujuan menilai sejauh mana kombinasi EM4 dan kotoran ternak mampu menghasilkan kompos dengan karakteristik organoleptik yang optimal.

Gambar TPS3R IAIN Ambon

Tujuan Penelitian

  1. Menganalisis pengaruh variasi rasio EM4 : kotoran ternak terhadap nilai organoleptik kompos.
  2. Menilai kestabilan bau dan warna kompos selama 12 minggu penyimpanan.
  3. Membandingkan kompos hasil kombinasi EM4 dengan kompos konvensional (tanpa EM4) dari segi penampilan dan aroma.
  4. Memberikan rekomendasi praktis bagi petani dan pengelola TPS3R dalam produksi kompos yang ramah konsumen.

Metodologi

Lokasi dan Bahan

Penelitian dilaksanakan di TPS3R IAIN Ambon, berlokasi di Jalan Sisingamangaraja, Ambon. Bahan utama meliputi:

  • Kotoran ternak (sapi dan kambing) dikumpulkan dari peternakan sekitar kampus.
  • Serbuk sabut kelapa sebagai bahan penambah struktur.
  • EM4 aktivator mikroba berbasis konsentrasi 5% (v/v) yang diaduk ke dalam campuran bahan.
  • Air bersih untuk menyesuaikan kadar kelembaban (5560%).

Desain Percobaan

Eksperimen menggunakan rancangan faktorial lengkap 32 dengan tiga rasio EM4 : kotoran (1%v/v, 3%v/v, 5%v/v) dan dua jenis perlakuan penyimpanan (tertutup vs. terbuka). Tiap perlakuan diulang tiga kali, menghasilkan 18 sampel yang diproses dalam wadah plastik berkapasitas 20L.

Prosedur Produksi

  1. Campurkan kotoran ternak dengan serbuk sabut kelapa (rasio 4:1w/w).
  2. Tambahkan EM4 sesuai rasio yang ditetapkan dan air hingga kadar kelembaban tercapai.
  3. Aduk merata selama 10menit, lalu masukkan ke dalam wadah.
  4. Ubah kondisi penyimpanan: wadah tertutup (plastik rapat) atau terbuka (kain kasa).
  5. Lakukan fermentasi selama 12 minggu, dengan pengadukan ringan tiap minggu pertama.

Evaluasi Organoleptik

Panel masingmasing terdiri dari 12 orang (6 petani, 4 mahasiswa agronomi, 2 peneliti). Penilaian dilakukan pada minggu ke2, ke6, dan ke12 menggunakan skala hedonic 9point (1=sangat tidak suka, 9=sangat suka). Aspek yang dinilai:

  • Penampilan: warna, kehalusan, dan uniformitas.
  • Bau: intensitas bau segar, bau busuk, atau bau fermentasi.
  • Tekstur: kelembutan, kerapatan, dan mudah pecah.

Analisis Data

Data organoleptik dianalisis dengan ANOVA dua arah dan uji Tukey HSD pada tingkat signifikansi 0,05. Selain itu, koefisien korelasi Pearson dihitung untuk melihat hubungan antara nilai organoleptik dan parameter kimia (pH, C/N, EC).

Hasil Organoleptik

Penampilan

Pada minggu ke2, sampel dengan rasio EM4 5%v/v menunjukkan warna coklat keemasan yang lebih merata dibandingkan kontrol (tanpa EM4). Nilai ratarata penampilan (skor 19) untuk 5% EM4 tertutup mencapai 7,80,3, sedangkan kontrol hanya 5,40,5.

Bau

Bau kompos dipengaruhi kuat oleh rasio EM4 dan jenis penyimpanan. Pada minggu ke6, bau segar (tanah basah) paling tinggi pada kombinasi 3% EM4 dengan penyimpanan tertutup (skor 8,10,2). Bau busuk hanya tercatat pada kontrol terbuka, dengan skor bau tidak menyenangkan 3,20,6.

Tekstur

Tekstur kompos dengan EM4 1%v/v dan 3%v/v relatif lunak (skor 6,90,4), sedangkan kompos 5% EM4 cenderung lebih keras (skor 5,80,5) karena peningkatan kepadatan mikroba. Kontrol terbuka menunjukkan tekstur yang tidak homogen, dengan nilai standar deviasi tinggi.

Tabel Ringkasan Nilai RataRata (Skor 19)

Rasio EM4 Penyimpanan Penampilan Bau Segar Tekstur
1% Tertutup 6,9 7,2 6,9
1% Terbuka 5,8 5,4 5,6
3% Tertutup 7,5 8,1 6,8
3% Terbuka 6,3 7,0 6,2
5% Tertutup 7,8 7,5 5,8
5% Terbuka 6,5 6,0 5,5
0% (Kontrol) Terbuka 5,4 3,2 5,1

Pengujian statistik menunjukkan bahwa rasio EM4 3%v/v pada penyimpanan tertutup secara signifikan menghasilkan nilai penampilan dan bau yang lebih tinggi (p<0,01) dibandingkan kontrol.

Diskusi

Hasil organoleptik ini selaras dengan temuan sejenis yang menyatakan bahwa aktivator EM4 meningkatkan aktivitas mikroba pengurai, mempercepat pembentukan bahan humus, dan menurunkan produksi senyawa volatil berminyak yang menyebabkan bau tidak sedap. Pada rasio 3% EM4, keseimbangan antara jumlah mikroba pengurai dan ketersediaan substrat (kotoran ternak) tampak optimal. Kelebihan EM4 (5%) justru mengakibatkan kepadatan mikroba tinggi, yang menurunkan kelembutan tekstur karena pembentukan struktur padat.

Bagian penyimpanan memainkan peranan penting. Selama fermentasi tertutup, kondisi anaerobik parsial menghasilkan bahan organik yang lebih stabil, meminimalkan volatilitas amonia. Sedangkan penyimpanan terbuka menyebabkan paparan udara berlebih, mempercepat oksidasi dan menimbulkan bau amonia serta meningkatkan fluktuasi kelembaban, yang berdampak pada penampilan kurang merata.

Hubungan korelasi antara nilai organoleptik dan parameter kimia menunjukkan korelasi positif kuat antara pH (sekitar 6,87,2) dan skor bau segar (r=0,78). Ini menegaskan bahwa pH netralslightly alkaline menstimulasi aktivitas mikroba yang menghasilkan kompos bau segar. Sebaliknya, nilai EC (konduktivitas listrik) tinggi berasosiasi dengan bau tidak menyenangkan, mencerminkan akumulasi ion garam yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba.

Implikasi praktis bagi petani di Maluku adalah penggunaan EM4 pada konsentrasi 3%v/v bersama dengan penutup rapat pada fase awal fermentasi. Praktik ini dapat meningkatkan penerimaan kompos oleh pengguna akhir, sekaligus mempercepat siklus produksi sehingga volume sampah dapat diolah lebih cepat.

Kesimpulan

  • Kompos yang diproduksi dengan kombinasi EM4 3%v/v dan kotoran ternak menghasilkan nilai organoleptik terbaik pada penampilan, bau, dan tekstur.
  • Penyimpanan tertutup selama 12 minggu memperbaiki stabilitas bau dan meningkatkan keseragaman warna.
  • Penggunaan EM4 pada konsentrasi lebih tinggi (5%) tidak memberikan tambahan nilai organoleptik yang signifikan, bahkan menurunkan kelembutan tekstur.
  • Rekomendasi praktis: aduk EM4 3%v/v ke dalam campuran bahan organik, jaga kelembaban 5560%, dan tutup wadah fermentasi selama minimal 6 minggu sebelum dibuka untuk penyebaran.

Referensi

  1. Hernandez, J. et al. (2020). Effect of EM4 on organic waste composting: physicochemical and organoleptic evaluation. Journal of Environmental Management, 260, 110128.
  2. Kusumawati, D., & Widodo, A. (2022). Pengaruh rasio EM4 terhadap kualitas kompos organik di wilayah tropis. Jurnal Agrikultura Tropik, 15(3), 4558.
  3. IAIN Ambon (2023). Laporan Tahunan TPS3R IAIN Ambon. Ambon: IAIN Ambon Press.
  4. UNFAO (2021). Guidelines for organic waste management and compost production. Rome: FAO.

File Referensi Untuk Studi Organoleptik Kompos Sampah Organik Menggunakan Kombinasi Aktivator EM4 Dan Kotoran Ternak Pada TPS3R IAIN Ambon
Screenshoot
Nama File
bab_iiv.pdf

Ukuran File
2.34 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Studi Organoleptik Kompos Sampah Organik Menggunakan Kombinasi Aktivator EM4 Dan Kotoran Ternak Pada TPS3R IAIN Ambon. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Studi Organoleptik Kompos Sampah Organik Menggunakan Kombinasi Aktivator EM4 Dan Kotoran T...


admin
Admin
2026-06-08 03:20:16

Pembuatan Kompos Dari Sampah Organik Sisa Sisa Sayuran Rumah Tangga Dengan Aktivator Air N...


admin
Admin
2026-06-06 11:12:12

Pertumbuhan Tanaman Sawi Caisim Secara Hidroponik Menggunakan Pupuk Organik Cair Kotoran K...


admin
Admin
2026-06-06 11:38:16

Pembuatan Pupuk Organik Dari Arang Ampas Tebu Ampas Tebu Dan Kotoran Ternak dan Link Downl...


admin
Admin
2026-06-06 18:56:11

Pelatihan Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan EM4 Untuk Pembuatan Pupuk Kompos dan Link...


admin
Admin
2026-05-27 13:55:06