1. Perkembangan Pranatal (09 bulan)
Pada fase ini, perkembangan manusia dimulai sejak pembuahan sel telur hingga kelahiran. Terdapat tiga subfase penting:
- Masa Germinal (02 minggu): Sel telur yang telah dibuahi (zigot) bergerak menuju rahim dan mulai membelah menjadi blastokista.
- Masa Embrionik (38 minggu): Organ utama mulai terbentuk (organogenesis). Sistem saraf pusat, jantung, dan anggota badan mulai muncul.
- Masa Fetal (940 minggu): Pertumbuhan cepat; organ mulai matang, kulit menjadi lebih halus, dan pergerakan janin dapat dirasakan.
Faktor penting yang memengaruhi fase ini meliputi nutrisi ibu, paparan zat berbahaya, serta kesejahteraan emosional.
2. Bayi (012 bulan)
Setelah lahir, bayi mengalami peningkatan fungsi fisiologis dan sensorik yang signifikan.
- Refleks bawaan: Mengisap, menggenggam, menengok.
- Pencapaian motorik: Mengangkat kepala, berguling, duduk, merangkak, dan akhirnya berjalan.
- Pencapaian kognitif: Mengenali wajah orang tua, bereaksi terhadap suara, serta mulai mengucapkan kata pertama.
- Perkembangan bahasa: Dari babbling menjadi kata sederhana pada akhir tahun pertama.
3. Anak-Anak (112 tahun)
Fase ini dibagi menjadi dua subfase utama: masa toddler (13 tahun) dan masa sekolah awal (412 tahun).
- Toddler (13 tahun): Kemandirian meningkat, kemampuan berjalan, berlari, dan melompat, serta mulai menggunakan kalimat sederhana.
- Masa PraSekolah (46 tahun): Berkembangnya imajinasi, kemampuan mengendalikan emosi, belajar membaca dan menulis dasar.
- Masa Sekolah Dasar (712 tahun): Peningkatan logika, kemampuan memecahkan masalah, pembentukan identitas sosial, serta perkembangan moral.
Pentingnya stimulasi lingkungan, kebiasaan membaca, dan interaksi sosial sangat berperan dalam fase ini.
4. Remaja (1218 tahun)
Remaja berada pada masa transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Perubahan utama meliputi:
- Perkembangan fisik: Pubertas, pertumbuhan tinggi badan yang cepat, perubahan suara pada lakilaki, dan perkembangan payudara pada perempuan.
- Perkembangan kognitif: Berpikir abstrak, kemampuan merencanakan jangka panjang, serta munculnya pemikiran kritis.
- Perkembangan emosional: Pencarian jati diri, kebutuhan akan penerimaan sosial, dan intensitas hubungan emosional.
- Perkembangan sosial: Pengaruh teman sebaya menjadi signifikan, serta mulai menegosiasikan peran dalam keluarga dan masyarakat.
Faktor risiko seperti stres akademik, tekanan sosial, dan eksposur media harus dikelola dengan dukungan keluarga dan lingkungan sekolah.
5. Dewasa (1865 tahun)
Dewasa terbagi menjadi tiga tahap utama:
- Dewasa Muda (1835 tahun): Fokus pada pendidikan tinggi, karier, dan pembentukan hubungan intim maupun pernikahan.
- Dewasa Menengah (3655 tahun): Konsolidasi karier, pengasuhan anak, dan perencanaan keuangan jangka panjang.
- Dewasa Lanjut (5665 tahun): Persiapan pensiun, penyesuaian peran sosial, dan potensi munculnya masalah kesehatan kronis.
Pada fase ini, keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kesehatan mental menjadi kunci kualitas hidup.
6. Lansia (65 tahun ke atas)
Lansia mengalami perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang khas:
- Fisik: Penurunan massa otot, kepadatan tulang, serta penurunan fungsi organ.
- Kognitif: Memori jangka pendek dapat menurun, namun pengetahuan dan kebijaksanaan (crystallized intelligence) tetap kuat.
- Emosional: Risiko depresi meningkat terutama bila terdapat isolasi sosial; dukungan keluarga penting.
- Sosial: Peran sebagai mentor, menurunkan partisipasi kerja formal, dan seringnya terlibat dalam kegiatan komunitas.
Faktor penunjang kesehatan lansia meliputi aktivitas fisik rutin, pola makan seimbang, stimulasi mental, serta jaringan sosial yang mendukung.
