Sejarah Tray Semai
Tray semai atau yang sering disebut kue semai merupakan kue tradisional khas wilayah Sumatera Barat, terutama di daerah Minangkabau. Asalusulnya dapat ditelusuri kembali ke abad ke17, ketika pedagang Tionghoa memperkenalkan teknik menggoreng adonan berbasis tepung beras yang kemudian diadaptasi dengan resep lokal.
Menurut catatan lisan, tray semai pertama kali dibuat oleh ibuibu rumah tangga untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Karena teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam, tray semai menjadi camilan populer tidak hanya pada hari raya, tetapi juga sebagai bekal jalan atau nasi ulam.
Jenisjenis Tray Semai
Berbagai daerah di Sumatera Barat mengembangkan variasi tray semai sesuai selera dan bahan yang tersedia. Berikut beberapa jenis yang paling dikenal:
- Tray Semai Tradisional terbuat dari tepung beras, gula merah, kelapa parut, dan kismis.
- Tray Semai Gula Pasir menggunakan gula pasir sebagai pemanis utama, menghasilkan rasa lebih manis dan warna kuning keemasan.
- Tray Semai Pandan ditambahkan daun pandan untuk aroma harum khas, biasanya berwarna hijau alami.
- Tray Semai Durian pencampuran daging durian memberikan rasa eksotis yang disukai pecinta buah durian.
- Tray Semai Cokelat mengganti gula merah dengan cokelat bubuk, menghasilkan warna cokelat gelap dan rasa yang lebih modern.
Bahan dan Alat yang Diperlukan
Bahan Pokok
- 200gram tepung beras
- 100gram gula merah, diparut halus
- 50gram kelapa parut kasar (bisa digoreng dulu)
- 25gram kismis (opsional)
- 1sdt garam
- 200ml air hangat
- Minyak goreng secukupnya
Alat
- Mangkuk besar untuk adonan
- Sendok takar
- Wajan atau kuali lebar
- Sendok berlubang atau sendok sayur untuk menuang adonan
- Talenan dan pisau kecil untuk memotong kismis
LangkahLangkah Membuat Tray Semai
- Persiapan adonan: Campurkan tepung beras, gula merah, garam, dan kelapa parut dalam mangkuk. Tuangkan air hangat sedikitsedikit sambil diaduk hingga adonan menjadi cair tetapi tidak terlalu encer (sekitar konsistensi adonan pancake tipis).
- Menambahkan isian: Masukkan kismis ke dalam adonan dan aduk rata.
- Panaskan minyak: Tuang minyak ke dalam wajan, cukup untuk merendam sebagian adonan (sekitar 2cm). Panaskan dengan api sedang hingga minyak bergelembung ringan.
- Menggoreng: Gunakan sendok berlubang untuk menuangkan adonan ke dalam minyak panas. Biarkan adonan mengembang dan mengeras selama 12 menit, kemudian balik sekali.
- Pengeringan: Setelah kedua sisi berwarna keemasan, angkat tray semai dan tiriskan pada tissue dapur.
- Penyelesaian: Biarkan tray semai dingin sepenuhnya sebelum disimpan dalam wadah kedap udara.
Tips penting: Jangan menambahkan terlalu banyak air pada adonan, karena tray semai dapat menjadi lembek. Jika adonan terlalu kental, tambahkan air sedikit demi sedikit.
Tips, Variasi, dan Penyajian
Tips Memasak
- Gunakan minyak dengan titik asap tinggi, seperti minyak kanola atau minyak kelapa, untuk menghindari rasa terbakar.
- Jaga suhu minyak antara 150160C. Suhu terlalu tinggi akan membuat tray semai cepat gosong tetapi belum matang di dalam.
- Jika ingin tray lebih gurih, tambahkan sedikit serbuk bawang putih ke adonan.
Variasi Rasa
Anda dapat mengganti gula merah dengan gula kelapa untuk rasa karamel yang lebih dalam, atau menambahkan bubuk kayu manis dan cengkeh bagi yang suka aroma hangat.
Penyajian
Tray semai biasanya disajikan dalam piring kecil, dapat dimakan langsung atau dipadukan dengan teh manis, kopi, atau susu kacang. Untuk tampilan menarik, tata tray di atas daun pisang dan hias dengan irisan cincau atau kelapa panggang.
