Admin 08 Jun 2026 08:28

 

Uji Efek Antipiretik Infusa Daun Sambiloto (Andrographis paniculata) pada Merpati dengan Parasetamol sebagai Pembanding

Latar Belakang

Demam merupakan respon fisiologis yang umum terjadi pada unggas, termasuk merpati (Columba livia). Pada kondisi panas tubuh yang meningkat, metabolisme hewan menjadi lebih tinggi, menurunkan nafsu makan, mengganggu pertumbuhan, dan meningkatkan mortalitas. Mengendalikan demam secara efektif sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas merpati, terutama pada peternakan komersial yang mengandalkan performa reproduksi dan balapan. Pada umumnya, parasetamol (acetaminophen) dipilih sebagai antipyretik standar karena efek penurunannya yang cepat dan profil keamanan yang relatif baik pada mamalia. Namun, penggunaan parasetamol pada unggas masih terbatas karena kurangnya data farmakokinetik dan risiko potensi toksisitas hati.

Potensi Daun Sambiloto

Daun sambiloto (Andrographis paniculata) dikenal secara tradisional sebagai herbal penyembuh di Asia Tenggara. Senyawa bioaktif utama, andrographolide, menunjukkan aktivitas antiinflamasi, antivirus, serta antipiretik pada model tikus dan manusia. Mekanisme antipyretik sambiloto diduga melibatkan penghambatan siklus prostaglandin E (PGE) di hipotalamus serta penurunan produksi sitokin proinflamasi (IL1, TNF). Karena sifatnya yang alami dan relatif aman, sambiloto menjadi kandidat yang menarik untuk dieksplorasi pada spesies unggas, termasuk merpati.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas infusa daun sambiloto sebagai antipyretik pada merpati yang mengalami demam eksperimental, dengan membandingkan hasilnya terhadap parasetamol standar. Secara khusus, penelitian ini menguji (1) perubahan suhu tubuh setelah pemberian infusa sambiloto, (2) perbandingan kecepatan penurunan suhu dengan parasetamol, serta (3) potensi efek samping yang muncul selama pengamatan.

Metode Penelitian

Desain penelitian eksperimental faktorial dengan dua perlakuan: (A) infusa daun sambiloto, (B) parasetamol, dan kontrol negatif (C) saline. Sepuluh merpati jantan (34kg) dipilih secara acak dan dibagi menjadi tiga kelompok (n=34 per kelompok). Demam diinduksi dengan suntikan lipopolysaccharide (LPS) 100g/kg intraperitoneal. Suhu rektal diukur menggunakan termometer digital sebelum induksi (baseline) dan pada interval 0, 30, 60, 90, dan 120menit setelah perlakuan.

Persiapan Infusa Daun Sambiloto

Daun segar sambiloto dikumpulkan, dicuci, dan dikeringkan secara alami selama 48jam. Daun kering digiling menjadi serbuk halus (250g). Serbuk kemudian diseduh dengan air mendidih 500mL (rasio 1:2) selama 15menit, disaring, dan didinginkan hingga suhu ruang (25C). Konsentrasi akhir infusa adalah 0,5g/mL; 1mL infusa diberikan secara oral menggunakan pipet tetes per ekor merpati.

Pemberian Parasetamol

Parasetamol dalam bentuk tablet (500mg) dihancurkan, dilarutkan dalam 10mL air steril, dan diberikan secara oral pada dosis 30mg/kg body weight, sesuai pedoman dosis pada mamalia kecil. Dosis ini dipilih agar setara dengan dosis klinis pada manusia setelah penyesuaian faktor spesies.

Hasil Pengukuran Suhu

Waktu (menit)Kontrol (C)Sambiloto (C)Parasetamol (C)
041.241.341.4
3041.140.340.0
6040.939.638.9
9040.838.937.8
12040.738.337.5

Data merupakan rata-rata suhu rektal (SD) dari masingmasing kelompok.

Analisis Statistik

Data suhu dianalisis menggunakan ANOVA satuarah, diikuti uji Tukey HSD untuk perbandingan berpasangan. Pada titik 60menit, suhu pada kelompok sambiloto (39.60.3C) tidak berbeda signifikan dengan parasetamol (38.90.4C) (p=0.08), tetapi keduanya signifikan lebih rendah dibanding kontrol (p<0.01). Penurunan suhu pada sambiloto terjadi secara bertahap namun konsisten, sedangkan parasetamol menunjukkan penurunan tajam pada 3060menit.

Diskusi

Hasil menunjukkan bahwa infusa daun sambiloto memiliki efek antipyretik yang setara dengan parasetamol pada merpati. Penurunan suhu yang lebih lambat dapat dijelaskan oleh mekanisme antiinflamasi berbasis penghambatan PGE yang memerlukan waktu lebih lama untuk menurunkan titik set termal hipotalamus. Selain itu, senyawa andrographolide diketahui meningkatkan aktivitas enzim antioksidan (SOD, GPx) yang dapat membantu memulihkan keseimbangan redoks selama respon demam. Tidak ada tandatanda toksisitas akut (misalnya, muntah, diare) pada kelompok sambiloto, menandakan tolerabilitas yang baik.

Implikasi Klinis dan Saran

Penggunaan sambiloto sebagai antipyretik alami memberikan alternatif yang aman bagi peternak merpati, terutama pada situasi di mana akses ke obat konvensional terbatas. Disarankan untuk melakukan uji farmakokinetik lebih lanjut guna menentukan dosis optimal dan durasi terapi. Penelitian lanjutan juga harus melibatkan sampel yang lebih besar serta menguji efek sambiloto pada kondisi infeksi virus atau bakteri yang umum pada merpati, untuk menilai manfaat tambahan selain penurunan suhu.

Kesimpulan

Infusa daun sambiloto (Andrographis paniculata) dapat menurunkan suhu tubuh merpati yang mengalami demam secara signifikan, dengan efektivitas yang tidak berbeda secara statistik dari parasetamol pada 60menit pascapemberian. Karena keamanan yang baik dan sifat alami, sambiloto berpotensi menjadi pilihan antipyretik alternatif pada unggas, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan produk herbal berbasis sambiloto untuk pasar peternakan.

File Referensi Untuk Uji Efek Antipiretik Infusa Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata) Pada Merpati Dengan Parasetamol Sebagai Pembanding
Screenshoot
Nama File
kti_sarta_lolalita_sinaga.pdf

Ukuran File
2.12 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Uji Efek Antipiretik Infusa Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata) Pada Merpati Dengan Parasetamol Sebagai Pembanding. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Uji Efek Antipiretik Infusa Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata) Pada Merpati Dengan P...


admin
Admin
2026-06-08 08:28:16

Andrographis Paniculata and Reference File Download Link


admin
Admin
2026-06-07 15:52:15

EFEK ANTIDIARE INFUSA KULIT BATANG JAMBU MEDE (Anarcardiae Cortex) PADA MENCIT PUTIH BETIN...


admin
Admin
2026-06-08 15:10:31

Uji Aktivitas Mukolitik Infusa Daun Sirih Merah dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-30 02:05:06

UJI EFEK SEDATIF EKSTRAK DAUN Gynura Procumbens (LOUR.) MERR DENGAN EKSTRAKSI BERTINGKAT T...


admin
Admin
2026-06-08 13:40:16