Definisi Vitamin B12
Vitamin B12, dikenal pula sebagai cobalamin, adalah vitamin airlarut yang berperan penting dalam proses pembentukan sel darah merah, fungsi saraf, dan sintesis DNA. Berbeda dengan sebagian besar vitamin B lainnya, B12 mengandung mineral kobalt di dalam struktur kimianya, sehingga namanya cobalamin. Tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin ini secara mandiri, sehingga harus diperoleh dari makanan atau suplemen.
Manfaat Utama Vitamin B12
- Pembentukan Sel Darah Merah: B12 membantu produksi eritrosit yang sehat, mencegah anemia megaloblastik.
- Fungsi Sistem Saraf: Memelihara myelin, lapisan pelindung serabut saraf, sehingga transmisi impuls listrik berjalan optimal.
- Metabolisme Energi: Terlibat dalam konversi asam lemak dan asam amino menjadi energi.
- Sintesis DNA: Penting untuk replikasi materi genetik pada semua sel tubuh.
- Kesehatan Mental: Kadar B12 yang adekuat berhubungan dengan mood yang stabil dan menurunkan risiko depresi.
Sumber Makanan Mengandung Vitamin B12
Vitamin B12 terutama terdapat pada bahan hewani. Berikut tabel sumber utama beserta perkiraan kandungan per porsi:
| Jenis Makanan | Kandungan B12 (g) | Porsi |
|---|---|---|
| Hati sapi | 7080 | 100g |
| Kerang-kerangan (misal tiram) | 1520 | 100g |
| Ikan salmon | 45 | 100g |
| Daging sapi tanpa lemak | 23 | 100g |
| Telur ayam (kuning) | 0.60.8 | 1 butir |
| Susu & produk olahan (susu, yoghurt, keju) | 0.51.0 | 250ml |
| Sereal fortifikasi | 16 | 30g |
Bagi vegetarian dan vegan, sumber alami B12 terbatas. Pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah sereal yang difortifikasi, nutrisi yeast yang diperkaya, atau suplemen B12.
Gejala Defisiensi Vitamin B12
Defisiensi B12 dapat berkembang secara perlahan selama bertahuntahun. Faktor risiko meliputi diet rendah produk hewani, gangguan penyerapan usus (seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn), operasi gastrektomi, serta penggunaan obat penghambat asam lambung.
- Kelelahan dan lemah otot
- Pusing atau pingsan
- Pucat karena anemia
- Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
- Gangguan keseimbangan dan koordinasi (ataksia)
- Gangguan memori, konsentrasi, atau depresi
Jika tidak ditangani, defisiensi kronis dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen.
Dosis Harian yang Direkomendasikan
Berikut rekomendasi asupan vitamin B12 menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI:
- Anak 06 bulan: 0,4 g/hari
- Anak 712 bulan: 0,5 g/hari
- Anak 13 tahun: 0,9 g/hari
- Anak 48 tahun: 1,2 g/hari
- Remaja 913 tahun: 1,8 g/hari
- Remaja & dewasa >14 tahun: 2,4 g/hari
- Ibu hamil: 2,6 g/hari
- Ibu menyusui: 2,8 g/hari
Asupan berlebih biasanya tidak menimbulkan efek berbahaya karena kelebihan vitamin B12 dikeluarkan lewat urine. Namun, suplementasi berlebihan pada individu dengan gangguan metabolik tertentu sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
