Admin 08 Jun 2026 15:34

 

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Buah Lakum (Cayratia trifolia) dengan Metode DPPH

Radikal bebas adalah molekul atau atom yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan, sehingga sangat reaktif dalam tubuh. Akumulasi radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan penuaan dini. Untuk menetralkan radikal bebas tersebut, tubuh memerlukan senyawa antioksidan.

Saat ini, pencarian sumber antioksidan alami dari tumbuhan berkembang pesat, mengingat efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan antioksidan sintetis dalam jangka panjang. Salah satu tumbuhan yang potensial dikaji adalah Lakum atau Cayratia trifolia. Tanaman ini, yang merupakan tanaman merambat, banyak tumbuh di wilayah tropis dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Buah Lakum diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan terpenoid yang diduga memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Kajian ini membahas mengenai analisis aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol buah Lakum menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil).

Ekstraksi Buah Lakum

Untuk mendapatkan senyawa aktif dari buah Lakum, tahap pertama yang dilakukan adalah ekstraksi. Pemilihan pelarut sangat krusial dalam proses ini. Metanol sering digunakan sebagai pelarut polarkarena kemampuannya mengekstrak senyawa fenolik dan flavonoid, yang merupakan golongan antioksidan utama pada tumbuhan.

Secara umum, prosedur ekstraksi meliputi:

  1. Preparasi Sampel: Buah Lakum segar dicuci bersih, dikeringkan (bisa dengan cara oven atau udara bebas), kemudian dihaluskan menjadi bubuk serbuk kering untuk memperluas permukaan kontak dengan pelarut.
  2. Maserasi: Serbuk kering direndam dalam metanol murni dengan perbandingan tertentu (misalnya 1:10 w/v) selama beberapa hari (biasanya 24-48 jam) dengan pengadukan sesekali dalam wadah tertutup.
  3. Filtrasi dan Evaporasi: Campuran disaring untuk memisahkan ampas dan filtrat. Filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator pada suhu rendah untuk menghilangkan sisa metanol, sehingga diperoleh ekstrak kental (bubur ekstrak).

Prinsip Metode DPPH

Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) adalah salah satu metode paling populer dan sederhana untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan secara in vitro. Prinsip utama dari metode ini adalah reaksi reduksi antara radikal DPPH dengan antioksidan.

DPPH adalah radikal bebas stabil yang berwarna ungu gelap dalam larutan metanol atau etanol. Ketika larutan DPPH direaksikan dengan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan, radikal DPPH akan menerima atom hidrogen (H) dari antioksidan tersebut dan berubah menjadi bentuk non-radikal (DPPH-H).

Perubahan ini ditandai dengan perubahan warna larutan dari ungu gelap menjadi kuning muda. Semakin besar perubahan warna (atau penurunan intensitas warna ungu), semakin tinggi kemampuan antioksidan sampel dalam menangkap radikal bebas. Pengukuran kuantitatif dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum sekitar 517 nm. Penurunan serapan (absorbansi) pada panjang gelombang ini berkorelasi dengan aktivitas antioksidan.

Prosedur Uji Aktivitas Antioksidan

Prosedur pengujian secara laboratorium melibatkan beberapa tahapan standar untuk memastikan validitas hasil:

  • Pembuatan Larutan Stok DPPH: Larutan induk DPPH dibuat dengan melarutkan kristal DPPH dalam metanol hingga konsentrasi tertentu (misalnya 0,1 mM).
  • Pembuatan Larutan Sampel: Ekstrak metanol buah Lakum dilarutkan kembali dalam metanol dengan berbagai konsentrasi seri (misalnya 10, 20, 40, 80, 100, dan 200 ppm).
  • Inkubasi: Sejumlah volume larutan sampel dicampur dengan larutan DPPH dalam tabung reaksi atau mikroplate. Campuran kemudian diinkubasi dalam kondisi gelap pada suhu kamar selama 30 menit agar reaksi reduksi berlangsung sempurna. Kondisi gelap diperlukan karena DPPH sensitif terhadap cahaya.
  • Pengukuran Absorbansi: Setelah inkubasi, nilai absorbansi dari setiap campuran diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Sebagai kontrol, digunakan campuran metanol dan DPPH tanpa ekstrak (kontrol negatif) dan vitamin C atau asam askorbat sebagai pembanding positif.

Analisis Hasil

Data absorbansi yang diperoleh kemudian diolah untuk menghitung persentase hambatan (Inhibition Percentage) radikal DPPH menggunakan rumus:

% Hambatan = [(Akontrol - Asampel) / Akontrol] x 100%

Di mana Akontrol adalah absorbansi larutan DPPH tanpa sampel, dan Asampel adalah absorbansi larutan DPPH yang telah direaksikan dengan ekstrak Lakum.

Setelah persentase hambatan pada berbagai konsentrasi diperoleh, selanjutnya dibuat grafik hubungan antara konsentrasi ekstrak (sumbu X) dengan persentase hambatan (sumbu Y). Dari grafik ini, dapat ditentukan nilai IC50 (Inhibitory Concentration 50). IC50 adalah konsentrasi ekstrak yang diperlukan untuk menghambat atau menetralkan 50% radikal DPPH. Semakin kecil nilai IC50, semakin kuat aktivitas antioksidan suatu ekstrak.

Berdasarkan kategori aktivitas antioksidan yang umum digunakan (adaptasi dari Blois, 1958 dan Juniarti et al.), jika nilai IC50 ekstrak metanol buah Lakum berada di bawah 50 ppm, aktivitasnya dikategorikan sebagai sangat kuat. Jika antara 50-100 ppm dikategorikan kuat, 100-150 ppm sedang, dan di atas 150 ppm dikategorikan lemah.

Pembahasan Potensi Buah Lakum

Dalam konteks pembahasan ilmiah, apabila ekstrak metanol buah Lakum menunjukkan nilai IC50 yang kompetitif dibandingkan dengan kontrol positif (Asam Askorbat) maupun penelitian terdahulu pada tanaman lain, hal ini mengindikasikan bahwa buah Lakum kaya akan senyawa fenolik. Metanol, sebagai pelarut polar, berhasil menarik senyawa-senyawa hidrofilik seperti flavonoid dan tanin yang bertindak sebagai donor atom hidrogen.

Mekanisme kerja antioksidan dalam ekstrak ini adalah dengan mendonasi ion hidrogen (H+) kepada radikal DPPH sehingga radikal tersebut menjadi stabil dan berhenti merusak sel. Kehadiran gugus hidroksil (-OH) pada cincin aromatik senyawa flavonoid berperan penting dalam kemampuan menangkap radikal bebas ini. Dengan demikian, pengujian ini membuktikan bahwa buah Lakum bukan hanya buah hutan belajar, namun memiliki potensi farmakologis nyata sebagai sumber antioksidan alami.

Kesimpulan

Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH terhadap ekstrak metanol buah Lakum (Cayratia trifolia) menunjukkan bahwa ekstrak ini memiliki kemampuan menangkap radikal bebas secara signifikan. Metode DPPH terbukti efektif dan akurat untuk mengkuantifikasi aktivitas antioksidan ini melalui pengukuran perubahan absorbansi. Nilai IC50 yang diperoleh dari uji ini menjadi parameter kunci dalam menilai potensi buah Lakum sebagai bahan baku industri obat atau suplemen kesehatan alami. Hasil kajian ini menegaskan pentingnya pelestarian tanaman lokal sebagai sumber senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

```

File Referensi Untuk Antioxidant Activity Assay From Methanol Extract Of Lakum Fruit (Cayratia Trifolia) Using The DPPH (2,2 Diphenyl 1 Picrylhydrazyl) Method.
Screenshoot
Nama File
193217_id_none.pdf

Ukuran File
0.32 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Antioxidant Activity Assay From Methanol Extract Of Lakum Fruit (Cayratia Trifolia) Using The DPPH (2,2 Diphenyl 1 Picrylhydrazyl) Method.. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Antioxidant Activity Assay From Methanol Extract Of Lakum Fruit (Cayratia Trifolia) Using...


admin
Admin
2026-06-08 15:34:15

Secondary Metabolite Compounds And Antioxidant Activities Of Red Dragon Fruit Peel (Hyloce...


admin
Admin
2026-06-06 03:26:05

Antioxidant Activity Of Lotus Leaves Extract (Nelumbo Nucifera) dan Link Download File Ref...


admin
Admin
2026-06-11 15:22:33

Purnajiwa Fruit Antioxidant Activity dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-08 15:22:21

Mucuna Pruriens Methanol Extract Phytochemical Analysis By GC MS and Reference File Downlo...


admin
Admin
2026-06-08 13:26:15