Asuhan kebidanan komprehensif adalah pelayanan yang diberikan oleh bidan kepada ibu dan keluarganya secara kontinyu dan berkelanjutan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga masa bayi baru lahir (BBL) dan keluarga berencana (KB). Pelaksanaan asuhan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat menurunkan angka maternal mortalitas rate (MMR) dan infant mortalitas rate (IMR). Berikut ini adalah pembahasan mengenai asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S yang dilaksanakan di Rumah Bersalin Mitra Ananda Palembang.
Pada tahap kehamilan, asuhan difokuskan pada pemantauan kesehatan ibu dan janin untuk memastikan kehamilan berjalan normal. Pada kunjungan pertama Ny. S di RB Mitra Ananda Palembang, dilakukan anamnesis menyeluruh.
Pemeriksaan fisik yang dilakukan menunjukkan hasil sebagai berikut:
Berdasarkan pemeriksaan, diagnosis kehamilan adalah GII PII A0, usia kehamilan 36 minggu, tunggal, hidup, letak kepala, intrauterine. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi tentang tanda bahaya kehamilan, nutrisi seimbang, dan persiapan persalinan. Ibu juga dianjurkan untuk melakukan senam hamil dan istirahat yang cukup.
Ny. S masuk ke Rumah Bersalin Mitra Ananda Palembang pada tanggal 16 Oktober 2024 pukul 08.00 WIB dengan keluhan ketuban pecah spontan (KPD) terasa hangat 1 jam sebelum masuk.
Setelah dilakukan pemeriksaan dalam, didapatkan pembukaan serviks 3 cm, ketuban (+), ketebalan 50%, konsistensi lunak, tinggi station -2. Skor Bishop: 7. Ibu dalam kondisi baik, tidak ada tanda-tanda preeklampsia.
Manajemen aktif kala I dilakukan dengan memantau tanda-tanda vital 2 jam sekali, pemantauan DJJ setiap 30 menit, dan memfasilitasi mobilitas ibu serta pemberian dukungan psikologis (birth companion). Pada pukul 12.00 WIB, pembukaan mencapai lengkap (10 cm).
Ibu dipindahkan ke meja persalinan. Bidan membimbing ibu untuk melakukan hisede menurut kontraksi. Bidan melakukan proteksi perineum (Kristeller) yang benar untuk mencegah robekan jalan lahir. Anak pertama lahir pada pukul 12.45 WIB.
Tanda-tanda lepasnya plasenta dirasakan dengan: uterus membulat dan keras, fundus uteri naik ke pusat, dan tali pusat memanjang keluar. Penanganan kala III adalah Manajemen Aktif Kala III (MAKK), yaitu:
Plasenta lahir lengkap pada pkk 12.50 WIB, selaput ketuban lengkap, perdarahan 150 cc. Pemeriksaan jalan lahir tidak ditemukan robekan.
Ibu dipantau selama 2 jam pertama untuk mencegah perdarahan postpartum sekunder. Tanda-tanda vital stabil, uterus kontriksi baik (setinggi pusat, kenyal), dan BBL menyusu dengan baik.
Asuhan nifas dilakukan untuk memulihkan kesehatan ibu secara fisik dan psikologis, serta adaptasi terhadap peran baru sebagai ibu.
Kunjungan Hari ke-1 (H-1):
Kunjungan Hari ke-4:
Perawatan bayi baru lahir di RB Mitra Ananda Palembang berfokus pada penilaian status kesehatan bayi dan pencegahan penyakit.
Penilaian Mandiri Richmond: Selama masa perawatan bayi, tidak ditemukan tanda bahaya seperti sesak, kuning (icterus) dalam 24 jam pertama, atau infeksi mata. Bayi aktif menyusu.
Pada masa nifas akhir, Ny. S mendapatkan konseling mengenai metode kontrasepsi untuk penjarangan kehamilan.
Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S dengan GII PII di Rumah Bersalin Mitra Ananda Palembang telah berjalan sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO) dan varian midwifery care. Proses kehamilan hingga persalinan berjalan normal tanpa komplikasi. Iu berhasil melahirkan bayi sehat dengan berat badan normal yang langsung mendapatkan IMD. Perawatan masa nifas juga berjalan baik ditandai dengan involusi uterus yang cepat dan tidak adanya infeksi puerperal. Ibu telah menerima konseling KB dan memilih metode suntik Depo Provera untuk masa yang akan datang. Kerjasama yang baik antara bidan dan klien serta dukungan keluarga menjadi kunci keberhasilan asuhan ini.
