Admin 07 Jun 2026 08:16

 

Asuhan Keperawatan Komprehensif pada NY Y.M dengan Stroke Non Hemoragik

Pendahuluan

Stroke non-hemoragik atau stroke iskemik merupakan kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terhambat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Kondisi ini memerlukan penanganan medis yang cepat dan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk memaksimalkan pemulihan pasien. NY Y.M adalah pasien perempuan berusia 58 tahun yang didiagnosis mengalami stroke non-hemoragik di area serebrum kiri.

Asuhan keperawatan pada pasien stroke membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir kerusakan permanen, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke.

Assessment Pasien

Identitas Pasien

  • Nama: Ny Y.M
  • Usia: 58 tahun
  • Jenis Kelamin: Perempuan
  • Status Perkawinan: Menikah
  • Pendidikan: Sarjana
  • Pekerjaan: Guru Sekolah Dasar

Riwayat Kesehatan

  • Riwayat penyakit: Hipertensi selama 7 tahun, Diabetes Mellitus tipe 2 selama 5 tahun
  • Riwayat pengobatan: Mengkonsumsi obat antihipertensi dan antidiabetes secara teratur
  • Riwayat keluarga: Ibu pasien memiliki riwayat stroke
  • Riwayat alergi: Tidak ada

Pemeriksaan Fisik

Parameter Hasil Pemeriksaan
Kesadaran Compos Mentis (GCS E4 V4 M6)
Tekanan Darah 160/90 mmHg
Nadi 88 x/menit, reguler
Respirasi 20 x/menit
Suhu 36.7C
SPO2 98% (ruang)

Pemeriksaan Neurologis

  • Kekuatan otot ekstremitas kanan: 3/5
  • Kekuatan otot ekstremitas kiri: 5/5
  • Reflek fisiologis: +/+ pada semua ekstremitas
  • Reflek patologis: Babinski positif (+) pada ekstremitas kanan
  • Koordinasi: Terganggu pada ekstremitas kanan
  • Motorik: Hemiparesis dextra
  • Sensorik: Penurunan sensasi pada ekstremitas kanan
  • Bicara: Afasia ekspresif ringan
  • Visi: Normal

Pemeriksaan Penunjang

  • CT Scan kepala: Terdapat area infark lobus frontalis kiri
  • Lab:
    • Gula Darah Puasa: 180 mg/dL
    • Kolesterol Total: 240 mg/dL
    • LDL: 160 mg/dL
    • Trigliserida: 200 mg/dL

Problem Potensial

  • Risiko terjadinya stroke berulang
  • Risiko penurunan status neurologis
  • Komplikasi akibat imobilitas
  • Masalah psikologis (depresi, kecemasan)

Diagnosa Keperawatan

  1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot dan koordinasi pada ekstremitas kanan sekunder akibat stroke non-hemoragik.
  2. Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan imobilitas fisik, penurunan sensasi, dan perubahan status nutrisi.
  3. Gangguan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan peningkatan tekanan darah, penurunan aliran darah serebral, dan faktor risiko vaskular.
  4. Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan kerusakan pada area otak yang mengontrol kemampuan bicara.
  5. Risiko infeksi berhubungan dengan penurunan imunitas, prosedur invasif, dan imobilitas.
  6. Defisit perawatan diri berhubungan dengan penurunan fungsi motorik dan kognitif.
  7. Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional, perubahan kesehatan, dan ketidakmampuan dalam menjalankan peran sebelumnya.

Perencanaan

Tujuan Umum

Meningkatkan kualitas hidup pasien, memaksimalkan fungsi fisik yang masih ada, mencegah komplikasi, dan mempersiapkan pasien untuk kembali ke fungsi sosial semaksimal mungkin.

Tujuan Khusus

Gangguan mobilitas fisik:

  • Tujuan jangka pendek: Pasien mampu melakukan perubahan posisi minimal setiap 2 jam dengan bantuan perawat.
  • Tujuan jangka panjang: Pasien mampu melakukan transfer dari tempat tidur ke kursi berdiri dengan bantuan minimal, dan mampu berjalan dengan alat bantu setelah 4 minggu.

Risiko kerusakan integritas kulit:

  • Tidak terjadi penurunan integritas kulit selama perawatan di rumah sakit.
  • Kulit tetap utuh, tidak terdapat tanda kemerahan atau luka tekan.

Gangguan perfusi jaringan serebral:

  • Tekanan darah terjaga dalam rentang normal (120-139/80-89 mmHg).
  • Status neurologis stabil, tidak terjadi penurunan kesadaran.
  • Tidak terjadi tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial.

Gangguan komunikasi verbal:

  • Pasien mampu menyampaikan kebutuhan dasar dengan menggunakan metode komunikasi yang efektif.
  • Meningkatkan kemampuan berbicara dari afasia ringan menjadi kalimat sederhana.

Risiko infeksi:

  • Tidak terjadi tanda-tanda infeksi (suhu < 38C, takikardia, leukositosis).
  • Luka operasi (jika ada) dan area pemasangan infus tidak menunjukkan tanda infeksi.

Defisit perawatan diri:

  • Kebutuhan dasar pasien (makan, minum, eliminasi, kebersihan diri) terpenuhi.
  • Pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri sebagian dengan bantuan setelah 2 minggu.

Kecemasan:

  • Pasien menunjukkan berkurangnya tanda-tanda kecemasan.
  • Pasien mampu mengekspresikan perasaannya secara verbal atau nonverbal.
  • Pasien dan keluarga memahami kondisi dan proses penyembuhan.

Implementasi

1. Gangguan Mobilitas Fisik

  • Lakukan latihan Range of Motion (ROM) pasif pada semua ekstremitas 2-3 kali sehari, masing-masing 10-15 repetisi.
  • Lakukan latihan ROM aktif pada ekstremitas yang tidak terkena untuk mempertahankan kekuatan otot.
  • Fasilitasi latihan isometrik pada ekstremitas yang terkena jika pasien sudah mampu mengikuti instruksi.
  • Bantu pasien melakukan perubahan posisi setiap 2 jam untuk mencegah komplikasi imobilitas.
  • Posisikan ekstremitas yang terkena pada posisi yang benar (anti-kontraktur).
  • Lakukan teknik positioning yang tepat untuk mencegah subluksasi bahu dan kontraktur.
  • Bantu pasien melakukan transfer dengan teknik yang aman dari tempat tidur ke kursi.
  • Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program rehabilitasi yang komprehensif.
  • Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya latihan fisik yang teratur.
  • Dokumentasikan respon pasien terhadap aktivitas fisik.

2. Risiko Kerusakan Integritas Kulit

  • Lakukan inspeksi integritas kulit setiap 8 jam, terutama pada area tulang prominen.
  • Gunakan skala Braden untuk menilai risiko dekubitus.
  • Lakukan perubahan posisi setiap 2 jam dengan teknik yang benar.
  • Maintain kelembaban kulit yang optimal dengan membersihkan kulit secara rutin.
  • Aplikasikan pelembab kulit pada area yang kering.
  • Gunakan alat bantu seperti matras anti-decubitus, bantal, atau donut pad jika diperlukan.
  • Optimalkan status nutrisi dengan memberikan makanan seimbang, tinggi protein.
  • Edukasi keluarga tentang teknik perawatan kulit.

3. Gangguan Perfusi Jaringan Serebral

  • Monitor tanda-tanda vital setiap 4 jam atau lebih sering jika diperlukan.
  • Posisikan kepala pasien dengan elevasi 30 untuk mengurangi tekanan intrakranial.
  • Lakukan pemeriksaan neurologis rutin (tingkat kesadaran, ukuran dan reaksi pupil, fungsi motorik).
  • Kolaborasi pemberian obat antiplatelet/antikoagulasi sesuai indikasi.
  • Kolaborasi pemberian antihipertensi untuk menjaga tekanan darah dalam batas normal.
  • Berikan oksigen tambahan jika SpO2 < 94% untuk maksimalisasi oksigenisasi otak.
  • Pastikan hidrasi yang adekuat untuk mencegah hemoconcentration.
  • Edukasi pasien tentang pentingnya kontrol faktor risiko vaskuler.
  • Edukasi tentang tanda dan gejala stroke berulang serta kapan harus mencari bantuan medis.

4. Gangguan Komunikasi Verbal

  • Buat lingkungan yang mendukung komunikasi (tenang, minim distraksi).
  • Gunakan kalimat pendek dan sederhana saat berkomunikasi.
  • Berikan waktu yang cukup bagi pasien untuk memproses informasi dan merespons.
  • Gunakan teknik komunikasi nonverbal (gesture, ekspresi wajah, kontak mata).
  • Fasilitasi komunikasi dengan menggunakan alat bantu (papan tulis, kartu gambar, iPad).
  • Berikan reinforcement positif untuk setiap usaha komunikasi pasien.
  • Kolaborasi dengan terapis wicara untuk terapi bahasa yang lebih intensif.
  • Edukasi keluarga tentang cara berkomunikasi dengan pasien yang mengalami afasia.

5. Risiko Infeksi

  • Teknik aseptik yang tepat saat melakukan prosedur invasif.
  • Ganti balutan infus setiap 72 jam atau sesuai protokol rumah sakit.
  • Maintain kebersihan area genital secara teratur.
  • Pastikan eliminasi urin yang adekuat untuk mencegah UTI.
  • Berikan perawatan mulut yang adekuat untuk mencegah pneumonia aspirasi.
  • Encourage latihan pernapasan dalam jika pasien mampu.
  • Posisikan pasien dengan baik untuk memfasilitasi ekspansi paru.
  • Monitor tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, pembengkakan, sekresi abnormal).

6. Defisit Perawatan Diri

  • Bantu pasien dalam perawatan kebersihan diri (mandi, menggosok gigi, merapikan rambut).
  • Bantu pasien saat makan jika diperlukan, dengan memperhatikan risiko aspiration.
  • Sediakan alat bantu makan yang dimodifikasi jika diperlukan.
  • Bantu pasien untuk eliminasi urin dan defekasi pada waktu yang tepat.
  • Lakukan latihan fungsi tangan secara bertahap.
  • Berikan kesempatan pada pasien untuk berpartisipasi dalam perawatan diri sesuai kemampuan.
  • Edukasi keluarga tentang teknik bantuan perawatan diri di rumah.

7. Kecemasan

  • Berikan dukungan emosional dan validasi perasaan pasien.
  • Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman.
  • Berikan informasi yang realistis tentang kondisi dan prognosis penyakit.
  • Fasilitasi komunikasi dengan cara yang efektif untuk mengurangi frustrasi.
  • Anjurkan teknik relaksasi (napas dalam, meditasi) jika pasien mampu.
  • Fasilitasi dukungan sosial dari keluarga dan kerabat.
  • Jika perlu, kolaborasi dengan psikolog/psikiater untuk terapi lanjutan.
  • Edukasi pasien dan keluarga tentang kemungkinan perubahan emosional pasca stroke.

Evaluasi

Evaluasi Tugas 1-3 Hari

  • Pasien melakukan perubahan posisi dengan bantuan setiap 2 jam.
  • Integritas kulit terjaga baik, tidak terdapat tanda dekubitus.
  • Tekanan darah dalam batas normal (130-140/80-85 mmHg).
  • Status neurologis stabil, kesadaran baik.
  • Pasien dapat mengungkapkan kebutuhan dasar dengan gerakan nonverbal.
  • Tidak ada tanda-tanda infeksi.
  • Kebutuhan nutrisi dan kebersihan terpenuhi dengan baik.
  • Tingkat kecemasan menurun, pasien lebih kooperatif.

Evaluasi Minggu 1

  • Kekuatan otot ekstremitas kanan meningkat menjadi 4-/5.
  • Pasien mulai mampu melakukan ROM aktif pada ekstremitas kanan.
  • Kemampuan komunikasi meningkat, pasien dapat menyusun kalimat sederhana.
  • Defisit perawatan diri berkurang, pasien mampu makan minum sendiri dengan alat bantu.
  • Pasien dapat duduk di tepi tempat tidur dengan bantuan minimal.
  • Gula darah dan kolesterol menunjukkan penurunan (GDP 150 mg/dL, total kolesterol 210 mg/dL).

Evaluasi Keperawatan

  • Revisi rencana keperawatan sesuai dengan respon pasien terhadap intervensi yang telah diberikan.
  • Dokumentasi progres sesuai format standar (SOAP).
  • Kolaborasi lanjutan dengan tim multidisiplin untuk mengoptimalkan hasil rehabilitasi.

Kesimpulan

Asuhan keperawatan komprehensif pada NY Y.M dengan stroke non-hemoragik telah dilaksanakan sesuai dengan standar keperawatan berbasis bukti. Intervensi yang diberikan berfokus pada pemulihan fungsi fisik, pencegahan komplikasi, peningkatan kemampuan komunikasi, dan dukungan psikologis.

Setelah satu minggu perawatan, terlihat adanya peningkatan signifikan pada kondisi NY Y.M ditunjukkan dengan meningkatnya kekuatan otot, kemampuan komunikasi, serta penurunan faktor risiko vaskuler (tekanan darah dan gula darah). Namun, rehabilitasi pasca stroke membutuhkan proses yang berkelanjutan.

Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya pengendalian faktor risiko, ketaatan pengobatan, dan program rehabilitasi jangka panjang merupakan aspek krusial dalam mencegah kekambuhan stroke. Dukungan sistem sosial dan psikologis juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke.

Rekomendasi perawatan lanjutan meliputi fisioterapi, terapi wicara, edukasi diet untuk diabetes dan hipertensi, serta kontrol rutin ke poli saraf untuk mengevaluasi kondisi jangka panjang.

File Referensi Untuk Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada NY Y.M Dengan Stroke Non Hemoragik
Screenshoot
Nama File
kti_izak_freitas.pdf

Ukuran File
1.62 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada NY Y.M Dengan Stroke Non Hemoragik. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Asuhan Keperawatan Komprehensif Pada NY Y.M Dengan Stroke Non Hemoragik dan Link Download...


admin
Admin
2026-06-07 08:16:15

Asuhan Keperawatan Pada Klien Stroke Non Hemoragik Dengan Masalah Defisit Perawatan Diri d...


admin
Admin
2026-06-07 05:36:16

Asuhan Keperawatan Pada Klien Stroke Non Hemoragik Dengan Ketidakefektifan Perfusi Jaringa...


admin
Admin
2026-06-07 05:40:16

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY P.S DENGAN STROKE NON HEMORAGIK dan Link Download File Referens...


admin
Admin
2026-06-07 08:20:15

LAPORAN STUDI KASUS KEPERAWATAN KOMPREHENSIF ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN INTRA CEREBRAL...


admin
Admin
2026-06-07 16:34:10