Perdarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah 28 minggu kehamilan dan sebelum lahirnya bayi. Salah satu penyebab utama perdarahan antepartum adalah placenta previa, kondisi di mana placenta berimplantasi pada segmen bawah uterus, menutupi sebagian atau seluruh os uteri interna. Kondisi ini merupakan keadaan gawat darurat obstetri yang memerlukan penanganan cepat dan tepat untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu dan janin.
Placenta previa adalah kondisi ketika placenta berimplantasi abnormal di bagian bawah uterus, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalur kelahiran bayi. Berdasarkan derajat penutupan os uteri interna, placenta previa dibagi menjadi beberapa golongan:
Insidens placenta previa berkisar antara 0,4-0,5% dari seluruh kehamilan. Angka ini cenderung meningkat dalam beberapa dekade terakhir, sejalan dengan peningkatan angka operasi sesar sebelumnya. Risiko kekambuhan placenta previa pada kehamilan berikutnya setelah kehamilan dengan placenta previa mencapai 4-8%. Risiko ini meningkat menjadi hampir 25% jika sejarah obstetrici sebelumnya melibatkan dua operasi sesar atau lebih.
Beberapa faktor risiko yang teridentifikasi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya placenta previa:
Mekanisme yang mendasari hubungan antara faktor-faktor risiko ini dengan terjadinya placenta previa melibatkan kerusakan atau gangguan pada lapisan basal desidua, sehingga menyebabkan placenta berimplantasi pada segmen bawah uterus. Setiap trauma atau prosedur pada uterus dapat menyebabkan kerusakan pada endometrium dan meningkatkan risiko implantasi plasenta yang abnormal.
| Faktor Risiko | Mekanisme |
|---|---|
| Riwayat operasi sesar | Trauma pada endometrium menyebabkan implantasi abnormal pada kehamilan berikutnya |
| Usia maternal >35 tahun | Vaskularisasi endometrium berkurang, plasenta cenderung menyebar luas |
| Paritas tinggi | Pengulangan trauma desidua dan penurunan kualitas endometrium |
| Kehamilan ganda | Ukuran plasenta lebih besar, meningkatkan peluang implantasi di segmen bawah |
| Merokok | Menyebabkan hipoksia dan implantasi abnormal |
Pada kehamilan normal, blastosit berimplantasi di segmen atas uterus yang memiliki suplai darah yang baik. Pada placenta previa, blastosit berimplantasi di segmen bawah uterus, area yang kurang berkembang dan kurang vaskular saat kehamilan awal. Seiring perkembangan kehamilan, segmen bawah uterus mengalami pemanjangan dan penipisan, sementara plasenta tidak dapat beradaptasi dengan perubahan ini. Hal ini menyebabkan perpisahan parsial plasenta dari dinding uterus dan timbulnya perdarahan.
Perdarahan pada placenta previa biasanya terjadi akibat ketidakmampuan plasenta untuk mempertahankan ikatan yang erat dengan dinding uterus yang berubah, serta pembukaan beberapa sinus maternal. Perdarahan ini dapat terjadi spontan atau dipicu oleh kontraksi uterus atau pemeriksaan dalam.
Pasien dengan placenta previa biasanya datang dengan keluhan perdarahan pervaginam yang biasanya tidak disertai nyeri pada trimester ketiga. Perdarahan dapat bervariasi dari spotting hingga perdarahan yang mengancam jiwa. Kadang-kadang, perdarahan dapat dipicu oleh aktivitas seksual, pemeriksaan dalam, atau trauma abdomen.
Diagnosis placenta previa ditegakkan melalui pemeriksaan USG transabdominal atau transvaginal. USG transvaginal lebih akurat dalam menilai kedekatan plasenta dengan os uteri interna tanpa meningkatkan risiko perdarahan. Klasifikasi berdasarkan USG meliputi:
Pemeriksaan MRI dapat dilakukan jika hasil USG tidak konklusif, terutama untuk menilai penembusan plasenta ke miometrium (placenta accreta, increta, atau percreta).
Komplikasi yang dapat terjadi pada placenta previa meliputi:
Tatalaksana placenta previa tergantung dari keadaan ibu dan janin, usia kehamilan, volume perdarahan, dan jenis placenta previa. Tujuan pengobatan adalah untuk mempertahankan kehamilan sampai kematangan paru-paru janin, meminimalkan risiko perdarahan, dan memastikan keselamatan ibu dan janin.
Pada kasus perdarahan ringan dan kehamilan prematur, pendekatan ekspektatif dapat dilakukan dengan:
Indikasi untuk persalinan segera meliputi:
Persalinan biasanya dilakukan melalui operasi sesar, terutama pada placenta previa totalis dan parsialis. Placenta previa marginalis kadang-kadang dapat dilahirkan pervaginam dengan hati-hati. Persiapan darah dan kemungkinan hysterectomy harus selalu diperhitungkan.
Pencegahan placenta previa berfokus pada pengurangan faktor risiko yang dimodifikasi, seperti:
Placenta previa adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan perdarahan antepartum dengan risiko yang signifikan bagi ibu dan janin. Faktor risiko utama meliputi riwayat operasi sesar sebelumnya, paritas tinggi, usia maternal yang lebih tua, dan beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kerusakan endometrium. Diagnosis dini melalui pemeriksaan USG sangat penting untuk merencanakan tatalaksana yang tepat. Pendekatan ekspektatif mungkin dilakukan pada kasus tertentu, namun persalinan melalui operasi sesar seringkali diperlukan untuk memastikan keselamatan ibu dan janin. Peningkatan pemahaman tentang faktor risiko dan mekanisme terjadinya placenta previa dapat membantu dalam pencegahan dan penanganan yang lebih baik di masa depan.
