Admin 06 Jun 2026 07:22

 

Keragaan Hasil Varietas Jagung Bima 3 pada Beberapa Agroekosistem di Sumatera Barat

Pendahuluan

Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas strategis di Indonesia yang berperan penting sebagai sumber pangan, pakan, dan bahan baku industri. Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu sentra produksi jagung nasional dengan karakteristik lahan yang beragam, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Keragaman agroekosistem ini menuntut ketersediaan varietas jagung yang adaptif dan mampu memberikan hasil optimal di berbagai kondisi lingkungan.

Salah satu varietas unggulan yang dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Puslitbang Biogen) adalah varietas Bima 3. Varietas ini dikenal memiliki potensi hasil tinggi dan umur genjah. Penelitian mengenai keragaan hasil varietas Bima 3 di berbagai agroekosistem di Sumatera Barat menjadi krusial untuk mengetahui kestabilan produksinya dan memberikan rekomendasi teknis bagi petani.

Karakteristik Varietas Jagung Bima 3

Sebelum membahas keragaan hasil di lapangan, penting untuk memahami karakteristik genetik dari varietas Bima 3. Varietas ini termasuk dalam kategori jagung hibrida sintetik yang dirancang untuk memiliki daya saing tinggi. Beberapa ciri khasnya meliputi:

  • Umur Tanaman: Bima 3 tergolong genjah dengan umur panen sekitar 90-95 hari setelah semai (HSS). Umur yang relatif pendek ini mengurangi risiko kegagalan panen akibat serangan hama penyakit di akhir musim atau kekeringan.
  • Potensi Hasil: Di bawah manajemen budidaya yang optimal, Bima 3 mampu mencapai potensi hasil di atas 9 ton per hektar.
  • Resistensi: Varietas ini memiliki tingkat ketahanan yang baik terhadap penyakit bulai (Downy mildew) dan busut tongkol (Ear rot), yang merupakan gangguan utama pada tanaman jagung di daerah beriklim basah seperti Sumatera Barat.
  • Morfologi: Tinggi tanaman sekitar 170-190 cm dengan posisi tongkol yang relatif rendah, sehingga lebih tahan terhadap rebah (lodging).

Kondisi Agroekosistem di Sumatera Barat

Sumatera Barat memiliki topografis yang bervariasi, mulai dari pesisir pantai (dataran rendah) hingga lereng gunung (dataran tinggi). Perbedaan altitude dan tipe iklim ini menciptakan agroekosistem yang berbeda signifikan, yaitu:

  • Agroekosistem Sawah Irigasi Teknis: Terletak di dataran rendah hingga menengah dengan ketersediaan air sepanjang tahun.
  • Agroekosistem Tegalan (Lahan Kering): Mengandalkan curah hujan, sering ditemukan di lereng bukit atau daerah yang sulit diairi.
  • Agroekosistem Dataran Tinggi: Memiliki suhu udara yang lebih rendah dan intensitas cahaya matahari yang berbeda.

Keragaan Hasil pada Berbagai Tipe Lahan

Berdasarkan hasil adaptasi dan uji multi-lokasi yang dilakukan di beberapa kabupaten di Sumatera Barat, keragaan hasil Bima 3 menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh lingkungan tumbuh. Berikut adalah hasil pengamatan utamanya:

1. Pada Lahan Sawah Irigasi (Kabupaten Tanah Datar dan Padang Pariaman)

Pada agroekosistem sawah irigasi, ketersediaan air yang mencukupi sepanjang fase vegetatif hingga generatif mendukung pertumbuhan jagung secara maksimal. Tanaman jagung Bima 3 menunjukkan pertumbuhan vegetatif yang sangat baik dengan tinggi tanaman mencapai batas atas potensi genetisnya.

Di lokasi ini, rata-rata hasil produksi Bima 3 mencapai 8,5 hingga 9,5 ton per hektar pipilan kering. Bobot kobotan tertinggi tercatat pada jarak tanam 75 cm x 20 cm. Kelembaban yang relatif tinggi di sawah tidak menurunkan produktivitas karena Bima 3 memiliki toleransi terhadap kelebihan air yang baik dibandingkan varietas berumur panjang.

Selain itu, komponen hasil seperti jumlah baris per tongkol dan jumlah biji per baris menunjukkan angka yang optimal. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor air bukanlah pembatas utama bagi varietas di lahan ini.

2. Pada Lahan Tegalan Kering (Kabupaten Pasaman dan Agam)

Lahan tegalan di Sumatera Barat seringkali menghadapi kendala ketersediaan air, terutama pada fase pembungaan dan pengisian biji. Agroekosistem ini menguji ketahanan varietas Bima 3 terhadap cekaman kekeringan ringan hingga sedang.

Keragaan hasil di lahan tegalan, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan lahan sawah irigasi, tetap menunjukkan performa yang memuaskan. Rata-rata hasil berkisar antara 7,0 hingga 7,8 ton per hektar. Keunggulan umur genjah Bima 3 menjadi faktor penentu keberhasilan. Tanaman mampu menyelesaikan siklus hidupnya sebelum kekeringan musiman parah terjadi.

Pada ekosistem ini, perakaran tanaman terlihat lebih dalam dan agresif beradaptasi untuk mencari cadangan air, sehingga tanaman tidak mudah layu (wilting) pada siang hari meskipun curah hujan menurun.

3. Pada Agroekosistem Dataran Tinggi (Kabupaten Solok)

Penanaman jagung di dataran tinggi (dengan ketinggian di atas 700 mdpl) menimbulkan tantangan tersendiri terkait dengan suhu dingin. Tanaman jagung umumnya membutuhkan suhu hangat untuk fotosintesis optimal.

Uji coba di Kabupaten Solok menunjukkan bahwa Bima 3 memiliki kemampuan adaptasi yang lumayan pada suhu menengah. Namun, diameter batang cenderung lebih kecil dibandingkan penanaman di dataran rendah, sementara ketinggian tanaman sedikit lebih pendek. Hasil panen yang tercapai berkisar antara 6,5 hingga 7,2 ton per hektar. Warna biji yang dihasilkan cenderung lebih kuning cerah dengan kadar air yang cepat turun saat pengeringan.

Analisis Komponen Hasil

Untuk memahami faktor penyebab variasi hasil, analisis komponen hasil dilakukan. Komponen ini meliputi berat pipilan per tongkol, berat 1000 biji, dan jumlah tongkol per tanaman.

Komponen Hasil Lahan Sawah (Rendah) Lahan Tegalan (Menengah) Lahan Tinggi
Berat Tongkol Terbungkus (gram) 210 - 230 180 - 200 170 - 185
Berat Pipilan Per Tongkol (gram) 150 - 165 130 - 145 120 - 135
Berat 1000 Biji (gram) 280 - 300 260 - 280 250 - 270
Jumlah Tongkol per Tanaman 1 - 2 1 1

Dapat disimpulkan bahwa penurunan hasil di kabupaten yang berbeda terutama dipengaruhi oleh penurunan bobot tongkol dan berat 1000 biji. Varian Bima 3 menunjukkan integritas genetik yang cukup kuat karena mampu mempertahankan formasi jumlah baris biji tetap (14-16 baris per tongkol) di berbagai agroekosistem tersebut.

Kesimpulan dan Saran

Varietas jagung hibrida Bima 3 menunjukkan keragaan hasil yang adaptif pada beberapa agroekosistem di Sumatera Barat. Potensi hasil tertinggi dicapai pada agroekosistem sawah irigasi, namun performanya juga tetap memiliki nilai ekonomi yang baik pada lahan kering dan dataran tinggi.

Keunggulan utama varietas ini adalah kemampuannya mempertahankan hasil pada kondisi kurang air (lahan kering) dan kemampuan adaptasi pada lahan sawah. Dengan demikian, Bima 3 direkomendasikan untuk ditanam secara luas di:

  • Daerah Pasaman dan Pasaman Barat (Lahan Kering/Agroforestri).
  • Daerah Tanah Datar (Lahan Sawah).
  • Daerah Solok Selatan (Lahan Kering dataran menengah).

Untuk memaksimalkan hasil pada agroekosistem lahan kering, disarankan penggunaan mulsa jerami atau bahan organik lain untuk menjaga kelembaban tanah. Di agroekosistem dataran tinggi, pemupukan hara lebih lanjut, khususnya fosfat dan kalium, diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan biji dalam kondisi suhu yang lebih dingin.

```

File Referensi Untuk Keragaan Hasil Varietas Jagung Bima 3 Pada Beberapa Agroekosistem Sumatera Barat
Screenshoot
Nama File
bt33_item_download_2022_08_22_16_13_11.pdf

Ukuran File
0.23 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Keragaan Hasil Varietas Jagung Bima 3 Pada Beberapa Agroekosistem Sumatera Barat. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Keragaan Hasil Varietas Jagung Bima 3 Pada Beberapa Agroekosistem Sumatera Barat dan Link...


admin
Admin
2026-06-06 07:22:14

Keragaan Beberapa Varietas Unggul Jagung Komposit Di Tingkat Petani Lahan Kering Kabupaten...


admin
Admin
2026-06-06 07:10:17

Keragaan Perkecambahan Dan Pertumbuhan Awal Mutan Dua Galur Padi Pada Beberapa Dosis Radia...


admin
Admin
2026-06-06 11:00:33

Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kangkung Darat Pada Tanah Alluvial Coklat...


admin
Admin
2026-06-06 16:08:32

PT Bima Multi Finance (Bima Finance) dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-28 23:00:19