Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta setiap tahun menggelar acara Milad sebagai upacara peringatan lahirnya nama institusi serta sebagai momentum refleksi atas pencapaian dan tantangan yang dihadapi. Milad ke-64, yang diselenggarakan pada tanggal 12 Oktober 2023, menampilkan rangkaian kegiatan yang meliputi upacara resmi, seminar ilmiah, lokakarya, pameran, serta amal sosial. Laporan ini memberikan gambaran umum mengenai pelaksanaan, partisipasi, hasil, serta dampak acara tersebut terhadap akademisi, mahasiswa, staf, dan komunitas luas.
Milad UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dimaksudkan untuk memperingatan hari lahir universitas yang didirikan pada 12 Oktober 1957 sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jakarta. Tujuan utama dari rangkaian kegiatan Milad ke-64 meliputi:
Upacara pembukaan dilakukan di Aula Utama Kampus dengan kehadiran Rektor, Wakil Rektor, Dewan Pengurus, serta undangan tamu dari Kementerian Agama, Pemerintah DKI Jakarta, dan perwakilan alumni. Upacara dimulai dengan Pembacaan Al-Quran, seguida oleh sambutan Rektor yang menyoroti pencapaian universitas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi sosial. Selanjutnya, dilaksanakan Upacara Bendera serta penyambutan tarian tradisional yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia.
Seminar bertema Inovasi Pendidikan Berbasis Nilai Islami dalam Era Digital dihadiri oleh sekitar 350 peserta termasuk dosen, mahasiswa, dan praktisi. Terdapat tiga sesi pembicaraan: (a) Kurikulum dan Pembelajaran Adaptif, (b) Penelitian Interdisipliner untuk Solusi Sosial, dan (c) Teknologi Pendidikan dan Literasi Digital. Setiap sesi diakhiri dengan diskusi terbuka yang menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan ke Senat Universitas.
Lokakarya dijalankan secara paralel dalam beberapa ruang kelas, mencakup topik seperti:
Setiap lokakarya dipandu oleh fasilitator ahli dari dalam dan luar kampus, dengan jumlah peserta ratarata 3040 orang per sesi.
Pameran ditempatkan di Lobby Gedung Pusat dengan menampilkan sekitar 120 karya yang terdiri dari:
Pengunjung pameran mencapai lebih dari 2.000 orang selama tiga hari pelaksanaan.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, komite Milad mengorganisasikan beberapa kegiatan amal:
Kegiatan amal ini menerima apresiasi dari pemerintah setempat dan lembaga kemanusiaan.
Sebanyak 5.500 orang terlibat secara langsung sebagai peserta, narasumber, atau panitia, sementara estimasi indirik pengunjung tidakformal melampaui 8.000 orang selama rangkaian kegiatan. Hasil kuantitatif yang dapat dicatat meliputi:
Dampak kualitatif yang dirasakan termasuk:
Meski secara keseluruhan acara berjalan lancar, terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan untuk penyelenggaraan Milad tahun depan:
Dari pengalaman ini, komite menyusun beberapa rekomendasi:
Laporan Kegiatan Milad ke-64 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan bahwa acara tersebut berhasil menjadikan momen peringatan sebagai kesempatan untuk memperlihatkan prestasi akademik, memperkuat ikatan sosial, dan mencantumkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan partisipasi yang luas dari berbagai elemen kampus dan mitra eksternal, milad ini tidak hanya menjadi upacara ceremoniale tetapi juga forum edukasi, inovasi, dan amal yang berkelanjutan. Pelajaran yang diperoleh dari kendala logistik dan teknis akan menjadi fondasi perbaikan dalam penyelenggaraan Milad tahun berikutnya, dengan tujuan menciptakan acara yang lebih terstruktur, inklusif, dan berdampak luas.
Selanjutnya, harapan komite adalah agar nilai-nilai yang dipromosikan dalam Milad ke-64keimanan, pengetahuan, kemanusiaan, dan kepedulianterus dijalankan dalam setiap aktivitas kampus, sehingga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tetap menjadi pusat pendidikan yang berkelanjutan dan relevan bagi masa depan bangsa.
