Tugas Akhir Program Diploma III Kebidanan
Asuhan kebidanan pada ibu hamil merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang sangat penting dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan kebidanan pada ibu hamil secara komprehensif sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada ibu hamil trimester ketiga di salah satu bidan praktek swasta di Jakarta Selatan dalam kurun waktu Oktober-Desember 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan yang komprehensif pada ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai kehamilan, persiapan persalinan, dan perawatan bayi. Dimplenestasinya asuhan kebidanan ini juga berdampak positif pada kesehatan ibu dan janin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah asuhan kebidanan yang kontinyu, komprehensif, dan berbasis bukti sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan pada ibu hamil.
Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKBN) masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, AKI di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, yang masih jauh dari target SDGs tahun 2030 yaitu sebesar 70 per 100.000 kelahiran hidup.
Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan (30-35%), eklampsia (20-28%), dan infeksi (10-12%). Sebagian besar dari kematian ini sebenarnya dapat dicegah melalui pelayanan antenatal care (ANC) yang berkualitas. ANC yang baik dan teratur dapat mendeteksi dini komplikasi kehamilan, memberikan edukasi kesehatan pada ibu hamil, serta mempersiapkan ibu untuk persalinan yang aman.
Pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil harus mengacu pada standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, termasuk dalam melakukan pemenuhan standar pelayanan antenatal care yang mencakup pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
Penelitian ini diharapkan dapat menambah literatur dan wawasan mengenai asuhan kebidanan pada ibu hamil, serta menjadi referensi bagi peneliti lain dalam bidang kebidanan.
Asuhan kebidanan adalah pelayanan yang diberikan oleh bidan kepada perempuan dalam rentang kehidupan mereka, termasuk fungsi reproduksi, dengan penekanan pada pencegahan, promosi kesehatan, pengobatan, dan rehabilitasi (Indriani, 2019). Asuhan kebidanan pada ibu hamil bertujuan untuk memantau perkembangan kehamilan agar dapat berlangsung sehat, normal, dan dapat mengantisipasi kemungkinan adanya komplikasi.
Kehamilan adalah suatu proses fisiologi yang terjadi pada perempuan, dimana janin tumbuh dan berkembang di dalam rahim mulai dari konsepsi sampai lahirnya fetus (proses persalinan). Masa hamil berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari, dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Masa kehamilan dibagi menjadi 3 trimester:
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan standar pelayanan antenatal care yang harus dipenuhi oleh tenaga kesehatan. Berdasarkan Permenkes No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Kebidanan, asuhan antenatal care mencakup:
| Aspek Pelayanan | Uraian |
|---|---|
| Pengkajian | Anamnesis, pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan penunjang |
| Diagnosa | Identifikasi masalah atau potensi masalah kehamilan |
| Perencanaan | Rencana tindakan atau intervensi sesuai diagnosa |
| Implementasi | Pelaksanaan tindakan yang telah direncanakan |
| Evaluasi | Penilaian terhadap hasil tindakan yang telah dilakukan |
Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan fisiologis untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan janin, serta mempersiapkan tubuh untuk persalinan dan menyusui. Perubahan-perubahan tersebut meliputi:
Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) untuk mendeskripsikan secara mendalam penerapan asuhan kebidanan pada ibu hamil di Bidan Praktek Swasta X.
Penelitian dilaksanakan di Bidan Praktek Swasta X, Jakarta Selatan pada periode Oktober-Desember 2022.
Subjek penelitian adalah ibu hamil trimester ketiga yang memeriksakan kehamilannya di Bidan Praktek Swasta X dengan kriteria inklusi:
1. Pemeriksaan fisik dan kehamilan
2. Anamnesis
3. Observasi
4. Dokumentasi rekam medis
5. Wawancara terstruktur
Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dalam bentuk narasi, tabel, dan grafik. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi ibu hamil sebelum dan sesudah mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif.
Berdasarkan hasil seleksi, terdapat 15 ibu hamil trimester ketiga yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi subjek penelitian. Karakteristik subjek penelitian dapat dilihat pada Tabel 2 berikut:
| Karakteristik | Keterangan |
|---|---|
| Usia Ibu | Rentang 20-35 tahun (rata-rata 26,5 tahun) |
| Paritas | Primigravida 5 orang, Multigravida 10 orang |
| Usia Kehamilan | Rentang 28-38 minggu (rata-rata 33 minggu) |
| Pendidikan | SMA 8 orang, S1 7 orang |
| Pekerjaan | IRT 8 orang, Karyawan 7 orang |
Penerapan asuhan kebidanan pada subjek penelitian dilakukan dengan mengikuti proses SOAP (Subjektif, Objektif, Analisis, Plan) sebagai berikut:
Proses pengkajian subjektif dilakukan melalui anamnesis yang mencakup:
Pemeriksaan objektif yang dilakukan meliputi:
Berdasarkan hasil pengkajian subjektif dan objektif, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan diagnosa kebidanan. Dari 15 subjek penelitian, didapatkan:
Perencanaan tindakan dilakukan sesuai dengan diagnosa yang ditetapkan, yaitu:
Tindakan yang dilakukan pada kunjungan ANC meliputi:
Evaluasi dilakukan pada kunjungan ANC berikutnya untuk melihat perubahan kondisi ibu dan janin, serta tingkat pemahaman ibu terhadap edukasi yang telah diberikan sebelumnya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 berikut:
| Aspek Pengetahuan | Sebelum ANC | Sesudah ANC | Peningkatan |
|---|---|---|---|
| Gizi ibu hamil | 60% | 93% | 33% |
| Perubahan fisiologis kehamilan | 53% | 87% | 34% |
| Tanda bahaya kehamilan | 47% | 93% | 46% |
| Persiapan persalinan | 40% | 100% | 60% |
| Perawatan bayi baru lahir | 33% | 100% | 67% |
| Menyusui | 67% | 100% | 33% |
Setelah mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif selama periode penelitian, kondisi kesehatan ibu dan janin menunjukkan hasil positif:
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai berbagai aspek kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari (2021) yang menyatakan bahwa edukasi antenatal care yang baik dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan sebesar 42%.
Peningkatan pengetahuan yang paling signifikan terlihat pada aspek persiapan persalinan (60%) dan perawatan bayi baru lahir (67%). Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi yang diberikan oleh bidan untuk mempersiapkan ibu menghadapi persalinan dan perawatan bayi. Pengetahuan yang baik akan mempengaruhi sikap dan perilaku ibu dalam menjaga kesehatan selama kehamilan.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang komprehensif dapat menjaga dan meningkatkan kondisi kesehatan ibu dan janin secara optimal. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hartini (2020) yang menyatakan bahwa pemberian tablet tambah darah secara teratur dan edukasi gizi yang baik dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.
Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan yang holistik dalam asuhan kebidanan, tidak hanya berfokus pada aspek fisik tetapi juga aspek psikososial. Dukungan keluarga dan kondisi psikologis ibu yang baik juga berkontribusi terhadap kehamilan yang sehat.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:
