Admin 06 Jun 2026 13:24

 

LAPORAN TUGAS AKHIR

ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL

Tugas Akhir Program Diploma III Kebidanan

ABSTRAK

Asuhan kebidanan pada ibu hamil merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang sangat penting dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan asuhan kebidanan pada ibu hamil secara komprehensif sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada ibu hamil trimester ketiga di salah satu bidan praktek swasta di Jakarta Selatan dalam kurun waktu Oktober-Desember 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan yang komprehensif pada ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai kehamilan, persiapan persalinan, dan perawatan bayi. Dimplenestasinya asuhan kebidanan ini juga berdampak positif pada kesehatan ibu dan janin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah asuhan kebidanan yang kontinyu, komprehensif, dan berbasis bukti sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan pada ibu hamil.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKBN) masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, AKI di Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, yang masih jauh dari target SDGs tahun 2030 yaitu sebesar 70 per 100.000 kelahiran hidup.

Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan (30-35%), eklampsia (20-28%), dan infeksi (10-12%). Sebagian besar dari kematian ini sebenarnya dapat dicegah melalui pelayanan antenatal care (ANC) yang berkualitas. ANC yang baik dan teratur dapat mendeteksi dini komplikasi kehamilan, memberikan edukasi kesehatan pada ibu hamil, serta mempersiapkan ibu untuk persalinan yang aman.

Pelaksanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil harus mengacu pada standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, termasuk dalam melakukan pemenuhan standar pelayanan antenatal care yang mencakup pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana penerapan asuhan kebidanan pada ibu hamil di Bidan Praktek Swasta X?
  2. Bagaimana hasil penerapan asuhan kebidanan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan kehamilan?
  3. Bagaimana kondisi kesehatan ibu dan janin setelah mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif?

1.3 Tujuan Penelitian

  1. Mendeskripsikan penerapan asuhan kebidanan pada ibu hamil di Bidan Praktek Swasta X.
  2. Menganalisis hasil penerapan asuhan kebidanan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan kehamilan.
  3. Menganalisis kondisi kesehatan ibu dan janin setelah mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah literatur dan wawasan mengenai asuhan kebidanan pada ibu hamil, serta menjadi referensi bagi peneliti lain dalam bidang kebidanan.

1.4.2 Manfaat Praktis
  • Bagi ibu hamil: Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi.
  • Bagi bidan: Sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kualitas pelayanan kebidanan.
  • Bagi instansi kesehatan: Sebagai bahan masukan dalam pembuatan kebijakan program pelayanan antenatal care.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan

Asuhan kebidanan adalah pelayanan yang diberikan oleh bidan kepada perempuan dalam rentang kehidupan mereka, termasuk fungsi reproduksi, dengan penekanan pada pencegahan, promosi kesehatan, pengobatan, dan rehabilitasi (Indriani, 2019). Asuhan kebidanan pada ibu hamil bertujuan untuk memantau perkembangan kehamilan agar dapat berlangsung sehat, normal, dan dapat mengantisipasi kemungkinan adanya komplikasi.

2.2 Konsep Dasar Kehamilan

Kehamilan adalah suatu proses fisiologi yang terjadi pada perempuan, dimana janin tumbuh dan berkembang di dalam rahim mulai dari konsepsi sampai lahirnya fetus (proses persalinan). Masa hamil berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari, dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Masa kehamilan dibagi menjadi 3 trimester:

  • Trimester I: Minggu 1-12, periode awal pembentukan organ vital janin.
  • Trimester II: Minggu 13-28, periode pertumbuhan dan perkembangan janin yang lebih cepat.
  • Trimester III: Minggu 29-40, periode pematangan organ janin dan persiapan persalinan.

2.3 Standar Pelayanan Antenatal Care (ANC)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan standar pelayanan antenatal care yang harus dipenuhi oleh tenaga kesehatan. Berdasarkan Permenkes No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Kebidanan, asuhan antenatal care mencakup:

Aspek Pelayanan Uraian
Pengkajian Anamnesis, pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan penunjang
Diagnosa Identifikasi masalah atau potensi masalah kehamilan
Perencanaan Rencana tindakan atau intervensi sesuai diagnosa
Implementasi Pelaksanaan tindakan yang telah direncanakan
Evaluasi Penilaian terhadap hasil tindakan yang telah dilakukan

2.4 Perubahan Fisiologis Kehamilan

Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan fisiologis untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan janin, serta mempersiapkan tubuh untuk persalinan dan menyusui. Perubahan-perubahan tersebut meliputi:

  • Perubahan Sistem Reproduksi: Uterus membesar berdasarkan pertumbuhan janin, serviks menjadi lunak, dan produksi hormon estrogen dan progesteron meningkat.
  • Perubahan Sistem Kardiovaskular: Volume darah meningkat hingga 30-50%, denyut jantung meningkat 10-15 bpm, dan terjadi hipotensi posisional.
  • Perubahan Sistem Respirasi: Kapasitas vital paru-paru menurun, namunVolume tidal meningkat 30-40%.
  • Perubahan Sistem Gastrointestinal: Morning sickness pada trimester awal, sembelit akibat peningkatan hormon progesteron, dan refluks esofageal.
  • Perubahan Sistem Urinarius: Frekuensi buang air kecil meningkat terutama pada trimester awal dan akhir.
  • Perubahan Sistem Muskuloskeletal: Lordosis meningkat, nyeri punggung, dan kram kaki.
  • Perubahan Sistem Integumen: Striae gravidarum, chloasma gravidarum, dan hiperpigmentasi pada areola mammae.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case study) untuk mendeskripsikan secara mendalam penerapan asuhan kebidanan pada ibu hamil di Bidan Praktek Swasta X.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Bidan Praktek Swasta X, Jakarta Selatan pada periode Oktober-Desember 2022.

3.3 Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah ibu hamil trimester ketiga yang memeriksakan kehamilannya di Bidan Praktek Swasta X dengan kriteria inklusi:

  • Ibu hamil usia kehamilan 28-40 minggu
  • Hamil tunggal
  • Tidak memiliki komplikasi kehamilan berat
  • Bersedia menjadi responden

3.4 Variabel Penelitian

  • Variabel Independen: Asuhan kebidanan yang diberikan
  • Variabel Dependen: Perubahan pengetahuan ibu hamil dan kondisi kesehatan ibu/janin

3.5 Teknik Pengumpulan Data

1. Pemeriksaan fisik dan kehamilan

2. Anamnesis

3. Observasi

4. Dokumentasi rekam medis

5. Wawancara terstruktur

3.6 Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dalam bentuk narasi, tabel, dan grafik. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi ibu hamil sebelum dan sesudah mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Subjek Penelitian

Berdasarkan hasil seleksi, terdapat 15 ibu hamil trimester ketiga yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi subjek penelitian. Karakteristik subjek penelitian dapat dilihat pada Tabel 2 berikut:

Karakteristik Keterangan
Usia Ibu Rentang 20-35 tahun (rata-rata 26,5 tahun)
Paritas Primigravida 5 orang, Multigravida 10 orang
Usia Kehamilan Rentang 28-38 minggu (rata-rata 33 minggu)
Pendidikan SMA 8 orang, S1 7 orang
Pekerjaan IRT 8 orang, Karyawan 7 orang

4.2 Penerapan Asuhan Kebidanan

Penerapan asuhan kebidanan pada subjek penelitian dilakukan dengan mengikuti proses SOAP (Subjektif, Objektif, Analisis, Plan) sebagai berikut:

4.2.1 Subjektif

Proses pengkajian subjektif dilakukan melalui anamnesis yang mencakup:

  • Data identitas: nama, usia, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat
  • Riwayat kesehatan: penyakit yang pernah diderita, riwayat alergi obdan atau makanan
  • Riwayat kebidanan: HPHT, usia kehamilan, riwayat kehamilan sebelumnya
  • Riwayat kehamilan sekarang: keluhan yang dirasakan, gerak janin
  • Riwayat sosial ekonomi dan psikologis: dukungan keluarga, kondisi lingkungan
4.2.2 Objektif

Pemeriksaan objektif yang dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan fisik umum: TTV (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu), berat badan, tinggi badan, IMT, pemeriksaan mata, mulut, leher, thorax, abdomen, dan ekstremitas
  • Pemeriksaan kehamilan: TFU, DJJ, letak presentasi, tinggi fundus uteri
  • Pemeriksaan penunjang: hemoglobin, golongan darah, urin protein, gula darah puasa
4.2.3 Analisis

Berdasarkan hasil pengkajian subjektif dan objektif, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan diagnosa kebidanan. Dari 15 subjek penelitian, didapatkan:

  • 12 subjek dengan diagnosa Kehamilan Normal (N)
  • 3 subjek dengan diagnosa Anemia pada Kehamilan (A)
4.2.4 Plan/Planning

Perencanaan tindakan dilakukan sesuai dengan diagnosa yang ditetapkan, yaitu:

  • Untuk diagnosa N (Normal): Edukasi antenatal care, perencanaan persalinan, pemberian tablet tambah darah 1 tablet/hari, rencana kunjungan ANC berikutnya
  • Untuk diagnosa A (Anemia): Edukasi tentang konsumsi makanan kaya zat besi, pemberian tablet tambah darah 2 tablet/hari, monitoring nilai hemoglobin
4.2.5 Implementasi

Tindakan yang dilakukan pada kunjungan ANC meliputi:

  • Edukasi tentang gizi ibu hamil
  • Edukasi tentang perubahan fisiologis kehamilan dan cara mengatasi keluhan
  • Edukasi tentang tanda bahaya kehamilan
  • Edukasi tentang perawatan payudara
  • Edukasi tentang persiapan persalinan
  • Edukasi tentang perawatan bayi baru lahir
  • Edukasi tentang menyusui
  • Edukasi tentang imunisasi TT
4.2.6 Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada kunjungan ANC berikutnya untuk melihat perubahan kondisi ibu dan janin, serta tingkat pemahaman ibu terhadap edukasi yang telah diberikan sebelumnya.

4.3 Analisis Hasil

4.3.1 Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 berikut:

Aspek Pengetahuan Sebelum ANC Sesudah ANC Peningkatan
Gizi ibu hamil 60% 93% 33%
Perubahan fisiologis kehamilan 53% 87% 34%
Tanda bahaya kehamilan 47% 93% 46%
Persiapan persalinan 40% 100% 60%
Perawatan bayi baru lahir 33% 100% 67%
Menyusui 67% 100% 33%
4.3.2 Kondisi Kesehatan Ibu dan Janin

Setelah mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif selama periode penelitian, kondisi kesehatan ibu dan janin menunjukkan hasil positif:

  • Semua ibu menjalani kehamilan dengan baik tanpa komplikasi berat
  • Ibu dengan diagnosa anemia (3 orang) menunjukkan peningkatan nilai hemoglobin dari rata-rata 9,5 g/dL menjadi 10,7 g/dL
  • Peningkatan berat badan ibu selama kehamilan dalam batas normal (rata-rata 9-12 kg)
  • Tekanan darah ibu dalam batas normal
  • Semua janin menunjukkan pertumbuhan yang sesuai dengan usia kehamilan
  • DJJ dalam batas normal (120-160 x/menit)
4.3.3 Diskusi

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu mengenai berbagai aspek kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari (2021) yang menyatakan bahwa edukasi antenatal care yang baik dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan sebesar 42%.

Peningkatan pengetahuan yang paling signifikan terlihat pada aspek persiapan persalinan (60%) dan perawatan bayi baru lahir (67%). Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi yang diberikan oleh bidan untuk mempersiapkan ibu menghadapi persalinan dan perawatan bayi. Pengetahuan yang baik akan mempengaruhi sikap dan perilaku ibu dalam menjaga kesehatan selama kehamilan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa asuhan kebidanan yang komprehensif dapat menjaga dan meningkatkan kondisi kesehatan ibu dan janin secara optimal. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hartini (2020) yang menyatakan bahwa pemberian tablet tambah darah secara teratur dan edukasi gizi yang baik dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.

Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan yang holistik dalam asuhan kebidanan, tidak hanya berfokus pada aspek fisik tetapi juga aspek psikososial. Dukungan keluarga dan kondisi psikologis ibu yang baik juga berkontribusi terhadap kehamilan yang sehat.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil di Bidan Praktek Swasta X telah dilakukan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang mencakup pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
  2. Asuhan kebidanan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai berbagai aspek kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi baru lahir, dengan peningkatan tertinggi pada aspek persiapan persalinan (60%) dan perawatan bayi baru lahir (67%).
  3. Kondisi kesehatan ibu dan janin setelah mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif menunjukkan hasil yang baik, dengan peningkatan nilai hemoglobin pada ibu dengan anemia dan pertumbuhan janin yang sesuai dengan usia kehamilan.

5.2 Saran

  1. Bagi Bidan: Diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dengan tetap berpegang pada standar pelayanan yang telah ditetapkan dan mengembangkan metode edukasi yang lebih kreatif dan efektif.
  2. Bagi Ibu Hamil: Diharapkan memanfaatkan pelayanan antenatal care secara rutin dan aktif bertanya serta mendiskusikan masalah kehamilan dengan bidan atau tenaga kesehatan lainnya.
  3. Bagi Institusi Pendidikan: Diharapkan memasukkan praktik asuhan kebidanan komprehensif sebagai bagian penting dalam kurikulum pendidikan bidan.
  4. Bagi Peneliti Selanjutnya: Diharapkan melakukan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan durasi penelitian yang lebih panjang untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.

5.3 Daftar Pustaka

  • Indriani, D. (2019). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil. Jakarta: EGC.
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Kebidanan.
  • Hartini, S. (2020). Efektivitas Pemberian Tablet Tambah Darah dan Edukasi Gizi pada Ibu Hamil dengan Anemia. Jurnal Kebidanan Indonesia, 8(2), 45-52.
  • Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). (2017). Jakarta: BPS.
  • Wulandari, A. (2021). Pengaruh Edukasi Antenatal Care terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 6(1), 23-30.
```

File Referensi Untuk LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL
Screenshoot
Nama File
katarina_simatuoang.pdf

Ukuran File
2.16 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-06 13:24:13

Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil Dan Frekuensi Pemeriksaan Kehamilan Dengan Status Gizi...


admin
Admin
2026-06-10 11:24:11

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-06 13:26:17

Laporan Tugas Akhir Asuhan Kebidanan Pada Ny. S Dengan Pusing Di BPM Istiqomah Surabaya da...


admin
Admin
2026-06-06 14:26:22

Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Letak Sungsang dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-23 09:45:06