1. Tujuan Manual
Manual ini disusun untuk memberikan pedoman yang jelas dan terstandarisasi dalam pelaksanaan praktikum bagi mahasiswa Jurusan Biologi, Universitas Brawijaya. Dengan adanya prosedur yang baku, diharapkan praktikum dapat:
- Meningkatkan kualitas pembelajaran laboratorium.
- Menjamin keamanan bagi semua peserta.
- Memastikan keseragaman penilaian.
- Mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana.
2. Ruang Lingkup
Manual ini berlaku untuk semua mata kuliah praktikum yang diselenggarakan oleh Program Studi Biologi, baik pada jenjang S1 maupun S2, meliputi:
- Praktikum Botani (misalnya, taksonomi tumbuhan, fisiologi).
- Praktikum Zoologi (misalnya, anatomi hewan, ekologi lapangan).
- Praktikum Mikrobiologi (misalnya, kultur bakteri, identifikasi mikroorganisme).
- Praktikum Bioteknologi (misalnya, ekstraksi DNA, PCR).
- Praktikum Lingkungan (misalnya, analisis kualitas air, tanah).
3. Tanggung Jawab
3.1 Dosen Pengampu
- Menyiapkan rencana praktikum serta modul pembelajaran.
- Mengontrol kepatuhan terhadap prosedur keamanan laboratorium.
- Memberikan penilaian dan umpan balik kepada mahasiswa.
3.2 Asisten Laboratorium
- Mengelola peralatan dan bahan kimia sebelum dan sesudah praktikum.
- Memastikan semua instruksi prosedural dapat dipahami oleh mahasiswa.
- Menjaga kebersihan dan ketertiban ruang laboratorium.
3.3 Mahasiswa
- Membaca dan memahami modul praktikum sebelum hadir.
- Mengikuti seluruh prosedur keamanan, termasuk penggunaan APD (Alat Pelindung Diri).
- Mencatat hasil secara sistematis dan melaporkan temuan secara tepat waktu.
4. Persiapan Praktikum
4.1 Prapraktikum (sebelum pertemuan)
- Mahasiswa mengunduh modul praktikum melalui Learning Management System (LMS) dan menandatangani lembar persetujuan.
- Dosen dan asisten melakukan inspeksi peralatan, bahan, dan kondisi ruang laboratorium.
- Setiap bahan kimia berbahaya harus terdaftar dalam Safety Data Sheet (SDS) dan ditempatkan pada lemari khusus.
4.2 Persiapan APD
- Lab coat, sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan sepatu tertutup wajib dipakai.
- APD harus dalam kondisi bersih dan tidak rusak; jika ada kerusakan, segera ganti.
5. Pelaksanaan Praktikum
5.1 Tahapan Umum
- Pembukaan: Dosen menjelaskan tujuan, prosedur, dan risiko yang mungkin terjadi.
- Instruksi Teknis: Asisten memperagakan langkahlangkah utama.
- Pekerjaan Mandiri: Mahasiswa melakukan percobaan sesuai modul, mencatat data, dan mengamati hasil.
- Penghentian: Semua peralatan dimatikan, bahan kimia dibuang sesuai prosedur, dan ruang dibersihkan.
- Diskusi & Penutup: Dosen meninjau hasil, menjawab pertanyaan, dan memberikan arahan untuk laporan akhir.
5.2 Penanganan Kecelakaan
Jika terjadi tumpahan, luka, atau kebocoran gas, ikuti prosedur berikut:
- Berhentikan aktivitas dan beri tahu dosen serta asisten.
- Gunakan peralatan pertolongan pertama (tisu kimia, eye wash station, dsb.).
- Lakukan pelaporan tertulis dalam Formulir Insiden Laboratorium dan kirimkan ke Biro Kesehatan dan Keselamatan.
6. Penilaian & Evaluasi
Komponen penilaian praktikum terbagi menjadi tiga bagian utama:
| Komponen | Bobot (%) | Kriteria |
|---|---|---|
| Keaktifan di laboratorium | 30 | Patuh pada prosedur, penggunaan APD, kerjasama tim. |
| Pengumpulan data & catatan | 30 | Kelengkapan, keakuratan, dan kerapian catatan laboratorium. |
| Laporan akhir | 40 | Struktur laporan, analisis data, interpretasi hasil, dan kebahasaan. |
Setelah nilai akhir diumumkan, dilakukan evaluasi umum untuk memperbaiki modul, peralatan, atau prosedur yang dirasa kurang efektif.
7. Lampiran
Berikut beberapa dokumen yang harus dilampirkan bersama laporan praktikum:
- Formulir Pendaftaran Praktikum (diisi sebelum praktikum pertama).
- Berita Acara Penyerahan dan Penerimaan Alat (untuk praktikum lapangan).
- Copy SDS bahan kimia yang digunakan.
- Laporan Insiden (jika ada).
