Pengantar
Farmasi fisika merupakan cabang ilmu farmasi yang mempelajari sifatsifat fisik obat serta prosesproses yang terjadi selama formulasi, penyimpanan, dan pemberian obat. Praktikum farmasi fisika memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan konsepkonsep teoritis ke dalam situasi laboratorium nyata. Modul ini dirancang untuk menjadi panduan lengkap, mulai dari persiapan hingga pelaporan hasil.
Tujuan Praktikum
- Mengidentifikasi sifat fisik utama obat seperti ukuran partikel, kepadatan, titik leleh, dan kelarutan.
- Menggunakan teknikteknik analisis fisik (misalnya mikroskopi, DSC, XRD, dan spektrofotometri).
- Menganalisis pengaruh parameter fisik terhadap kestabilan dan bioavailabilitas obat.
- Mengembangkan kemampuan dokumentasi laboratorium yang sistematis dan akurat.
- Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam interpretasi data eksperimental.
Materi Praktikum
1. Ukuran Partikel
Pengukuran ukuran partikel memengaruhi kecepatan pelarutan dan penyerapan obat. Metode utama yang dipelajari: laser diffraction, saringan, dan mikroskop optik.
2. Kepadatan & Porositas
Densitas sejati, aparatus, dan bulk density diukur dengan metode membran atau piknometer. Porositas dihitung menggunakan hubungan antara dua nilai densitas.
3. Titik Leleh & Analisis Termal
Differential Scanning Calorimetry (DSC) dan Thermogravimetric Analysis (TGA) memberikan informasi tentang energi leleh, transisi fase, dan stabilitas termal.
4. Kristalinitas
Xray Diffraction (XRD) dipakai untuk menentukan pola difraksi kristal, mengidentifikasi bentuk polymorph, dan menilai tingkat kristalinitas.
5. Kelarutan & Difusi
Metode shakeflask, UVVis spectrophotometry, dan HPLC digunakan untuk menentukan laju pelarutan serta koefisien difusi dalam media simulasi.
Metode & Alat Laboratorium
| Alat / Bahan | Fungsi | Prosedur Singkat |
|---|---|---|
| Laser Diffraction particle size analyzer | Menentukan distribusi ukuran partikel | Masukkan sampel, pilih media (air/etanol), jalankan analisis, simpan data. |
| Piknometer Pycnometer | Mengukur densitas sejati | Timbang kosong, isi sampel, timbang kembali, hitung menggunakan rumus densitas. |
| DSC (Differential Scanning Calorimetry) | Mengamati perubahan entalpi selama pemanasan | Masukkan 35mg sampel dalam kepalan alumunium, panaskan 10C/min hingga 250C. |
| XRD (Xray Diffractometer) | Mengidentifikasi pola difraksi kristal | Letakkan sampel serbuk pada plat, pilih 2 540, rekam pola, analisa dengan database. |
| UVVis Spectrophotometer | Mengukur konsentrasi larutan | Siapkan standar, buat kurva kalibrasi, ukur absorbansi sampel, hitung konsentrasi. |
Catatan keamanan: Selalu kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan gunakan ventilasi bila bekerja dengan pelarut organik. Buang limbah sesuai prosedur laboratorium.
Penilaian Praktikum
Penilaian dibagi menjadi tiga komponen utama:
- Laporan tertulis (40%): Struktur laporan harus mencakup latar belakang, metodologi, hasil, diskusi, kesimpulan, dan referensi.
- Presentasi lisan (30%): Mahasiswa menyajikan temuan dalam sesi kelompok, menekankan interpretasi data dan relevansi klinis.
- Kerja laboratorium (30%): Kerapihan prosedur, penggunaan alat yang tepat, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
