Dalam aljabar linear, bentuk kanonik Jordan merupakan representasi matriks yang paling mendekati matriks diagonal untuk operator linear yang tidak dapat didiagonalkan. Ketika sebuah matriks tidak memiliki basis vektor eigen yang cukup (matriks tersebut defektif), kita menggunakan konsep vektor eigen umum (generalized eigenvectors) untuk membentuk matriks Jordan.
Sebuah matriks persegi A dikatakan dapat dibawa ke bentuk kanonik Jordan J jika terdapat matriks nonsingular P sehingga A = PJP. Matriks J terdiri dari blok-blok Jordan Jk() pada diagonal utamanya, di mana adalah nilai eigen dari A.
Untuk membentuk matriks kanonik Jordan, kita perlu mengikuti prosedur sistematis yang melibatkan pencarian vektor eigen dan vektor eigen umum:
Langkah pertama adalah mencari nilai eigen () dengan menyelesaikan persamaan karakteristik det(A - I) = 0. Dari sini, kita akan mendapatkan nilai eigen beserta multiplisitas aljabarnya.
Untuk setiap nilai eigen , kita menentukan ruang eigen dengan menyelesaikan (A - I)v = 0. Jika jumlah vektor eigen yang ditemukan kurang dari multiplisitas aljabar, maka matriks tersebut defektif.
Kita kemudian mencari vektor eigen umum dengan menyelesaikan persamaan:
Di mana v1 adalah vektor eigen asli, dan vk adalah vektor eigen umum tingkat ke-k yang memenuhi rantai Jordan.
Setelah mendapatkan rantai vektor (v1, v2, ..., vk), kita menyusun vektor-vektor tersebut menjadi kolom-kolom matriks P. Urutan kolom dalam P harus sesuai dengan urutan blok dalam matriks J.
Rantai Jordan adalah urutan vektor {v1, v2, ..., vm} yang memenuhi hubungan:
Vektor-vektor ini membentuk basis untuk ruang sub-eigen yang berkaitan dengan . Dengan menggunakan vektor-vektor ini sebagai kolom pada matriks P, transformasi A = PJP akan menghasilkan bentuk blok Jordan yang diinginkan.
Pembentukan matriks kanonik Jordan sangat bergantung pada kemampuan kita dalam mencari rantai vektor eigen umum. Meskipun prosesnya lebih kompleks dibandingkan diagonalisasi biasa, bentuk Jordan memberikan wawasan mendalam mengenai struktur internal operator linear, terutama dalam memahami stabilitas sistem dinamis dan penyelesaian sistem persamaan diferensial linear yang tidak stabil.
