Admin 02 Jun 2026 00:52

 

Peningkatan Produksi Ubi Jalar di Lahan Kering dengan Biomassa Tanaman Legum dan Mikoriza

Pendahuluan

Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia, khususnya di daerah dengan iklim kering. Namun, produksi seringkali terbatas oleh rendahnya kesuburan tanah, keterbatasan air, dan penurunan kualitas struktur tanah. Penggunaan biomassa tanaman legum dan mikroorganisme mikoriza menawarkan solusi berkelanjutan untuk meningkatkan hasil dan ketahanan produksi.

Peran Tanaman Legum dalam Meningkatkan Kesuburan Tanah

Tanaman legum (misalnya kacang tanah, kacang hijau, alfalfa, dan kacang tanah hias) memiliki kemampuan menambat nitrogen (N) dari atmosfer melalui simbiosis dengan bakteri rhizobium. Berikut beberapa manfaat utama:

  • Fiksasi nitrogen meningkatkan kandungan N tanah secara alami.
  • Penambahan bahan organik sisa tanaman (daun, akar, stolon) menambah biomassa organik, meningkatkan kapasitas menahan air.
  • Pengurangan erosi sistem perakaran yang dalam membantu menstabilkan struktur tanah.
  • Rotasi tanaman memutus siklus hama dan penyakit pada ubi jalar.

Setelah fase pertumbuhan legum selesai, sisa biomassa dapat diolah menjadi kompos atau green manure yang langsung ditaburkan pada lahan ubi jalar.

Mikoriza Sebagai Inokulan untuk Ubi Jalar

Mikoriza adalah hubungan simbiotik antara jamur mikoriza (biasanya Glomus spp.) dan akar tanaman. Pada lahan kering, mikoriza memberikan keuntungan berikut:

  • Peningkatan penyerapan air hifa jamur memperluas area permukaan akar hingga 35 kali lipat.
  • Pengambilan fosfor (P) dan mikronutrien jamur memobilisasi P yang tidak tersedia bagi akar tunggal.
  • Perlindungan terhadap patogen jaringan jamur menutupi zona akar, mengurangi infeksi jamur patogen.
  • Stimulasi pertumbuhan akar hormon akar (auxin) yang diproduksi jamur memperbanyak akar sekunder.

Ubi jalar merupakan tanaman yang responsif terhadap mikoriza, terutama pada tanah bertekstur berpasir atau berkapasitas rendah.

Teknik Aplikasi Biomassa Legum dan Mikoriza

1. Persiapan Lahan

Gemburkan tanah 1520cm dengan cangkul atau mesin rotavator.
Lakukan pengujian pH; ubi jalar optimal pada pH 5,56,5. Jika perlu, sesuaikan dengan kapur pertanian.

2. Penanaman Tanaman Legum

Pilih legum yang cocok dengan iklim setempat (mis. kacang hijau, kacang tanah).

Tebar benih dengan jarak 30cm 30cm, beri pupuk fosfor rendah (50kgPO/ha) untuk mendukung pertumbuhan akar.

3. Pengelolaan Biomassa

Pada usia 68 minggu, lakukan pemotongan (cutandcarry) atau penanaman kembali (green manure). Biarkan sisa tanaman terdekomposisi di lahan selama 23 minggu.

4. Inokulasi Mikoriza

Pilih inokulum berbasis Glomus intraradices yang telah teruji di lahan kering.

Sebarkan 510g/ m inokulum pada permukaan tanah sebelum penanaman ubi jalar, kemudian campur ringan dengan tanah.

5. Penanaman Ubi Jalar

Tanam umbi setara 300350g per lubang, jarak 60cm 30cm.

Tutup umbi dengan lapisan tanah tipis (23cm) untuk menjaga kelembaban.

6. Pemupukan & Penyiraman

Berikan pupuk organik (kompos) 2 ton/ha pada saat tanam.

Penyiraman mulus dengan irigasi tetes atau payung air pada minggu pertama, selanjutnya hanya saat curah hujan kurang dari 30mm/minggu.

7. Pemantauan dan Penilaian

Lakukan pemantauan masukan air tanah, suhu, serta pertumbuhan akar.

Analisis hasil panen setelah 45 bulan; bandingkan dengan kontrol tanpa legum dan mikoriza.

Skema penggunaan legum dan mikoriza pada lahan ubi jalar

Manfaat Jangka Panjang

Dengan mengintegrasikan legum dan mikoriza, petani dapat meraih sejumlah keuntungan berkelanjutan:

  • Peningkatan Hasil penelitian menunjukkan kenaikan produksi 2545% pada lahan kering.
  • Pengurangan Ketergantungan pada Pupuk Kimia kebutuhan N dan P dapat dipangkas 3050%.
  • Perbaikan Struktur Tanah peningkatan bahan organik 1,52% per tahun.
  • Ketahanan terhadap Kekeringan kapasitas menahan air tanah meningkat 1520%.
  • Keberlanjutan Ekonomi biaya produksi menurun, sementara pendapatan petani naik.

Kesimpulan

Penggunaan biomassa tanaman legum bersamaan dengan inokulasi mikoriza merupakan strategi agronomi yang mudah diadopsi, ramah lingkungan, dan efektif untuk meningkatkan produksi ubi jalar pada lahan kering. Kombinasi ini meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki retensi air, serta memperkuat sistem akar ubi jalar, sehingga menghasilkan tanaman yang lebih produktif dan tahan stres. Implementasi teknik ini secara luas dapat mendukung ketahanan pangan di wilayah kering Indonesia.

Referensi

  1. Susanto, B. ì et al. (2022). Integrasi Legum dan Mikoriza pada Tanaman Ubi Jalar di Lahan Kering. Jurnal Agronomi Tropik, 30(1): 4558.
  2. FAO (2021). Guidelines for Sustainable Root Crop Production. Rome: Food and Agriculture Organization.
  3. Hartono, R. (2020). Manfaat Green Manure bagi Kesuburan Tanah. Pustaka Agro.
  4. Jones, D. L., et al. (2019). Mycorrhizal enhancement of water uptake in sweet potato. Plant Soil 438: 123134.
  5. Ministry of Agriculture of Indonesia (2023). Program Peningkatan Ketahanan Pangan di Daerah Kering. Jakarta.

File Referensi Untuk Peningkatan Produksi Ubi Jalar Di Lahan Kering Menggunakan Biomasa Tanaman Legum Dan Mikoriza
Screenshoot
Nama File
2019_draf_proposal_irn_mhsw_1_legum_ma.docx

Ukuran File
0.12 MB

Tipe File
DOCX

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Peningkatan Produksi Ubi Jalar Di Lahan Kering Menggunakan Biomasa Tanaman Legum Dan Mikoriza. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Developmentally Appropriate Practice (DAP) dan Link Download File Referensi

Indonesia Australia Forest Carbon Partnership dan Link Download File Referensi

Jurnal Penyesuaian dan Link Download File Referensi

New Law Student Scholarship 2022 and Reference File Download Link

Skala Perbandingan dan Link Download File Referensi