Admin 08 Jun 2026 07:22

 

Penyelenggaraan Uji Mutu Obat pada Instalasi Farmasi Pemerintah

Uji mutu obat merupakan bagian penting dalam memastikan keamanan, efektivitas, dan kualitas produk farmasi yang didistribusikan oleh instansi pemerintah. Dokumen berikut menjelaskan landasan hukum, prosedur pelaksanaan, serta tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan uji mutu di instalasi farmasi pemerintah.

1. Landasan Hukum dan Kebijakan

Berbagai peraturan mengatur penyelenggaraan uji mutu obat, antara lain:

  • UndangUndang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan (Pasal 21).
  • Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 Tahun 2018 tentang Good Manufacturing Practice (GMP) untuk sediaan farmasi.
  • Pedoman Uji Mutu Obat (PUKOB) yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Instalasi farmasi pemerintah wajib mematuhi standar tersebut untuk menjamin bahwa setiap produk yang masuk ke sistem kesehatan publik memenuhi syarat mutu yang ditetapkan.

2. Tujuan Uji Mutu Obat

Uji mutu obat pada instalasi farmasi pemerintah bertujuan untuk:

  • Menjamin konsistensi kualitas antar batch.
  • Mendeteksi adanya kontaminasi atau degradasi bahan aktif.
  • Memastikan kepatuhan terhadap spesifikasi farmakope dan standar nasional.
  • Mencegah distribusi produk tidak memenuhi standar ke fasilitas kesehatan.

3. Prosedur Pelaksanaan Uji Mutu

3.1 Persiapan Awal

Tim laboratorium melakukan persiapan berikut sebelum memulai pengujian:

  • Kalibrasi Alat: Semua instrumen (HPLC, spektrofotometer, alat titrasi, dll.) harus dikalibrasi sesuai jadwal.
  • Pengadaan Reagen: Bahan kimia harus memiliki sertifikat analisis (CoA) dan disimpan sesuai prosedur penyimpanan.
  • Penyusunan SOP: Standar Operasional Prosedur harus disosialisasikan kepada seluruh personel laboratorium.

3.2 Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling dari batch yang akan diuji. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan:

  • Ukuran lot produksi.
  • Risiko produk (kritikalitas terapeutik).
  • Persyaratan regulasi (misalnya 5% dari total lot atau minimal 2kg).

3.3 Pengujian FisikKimia

Berikut daftar pengujian standar yang biasanya dilakukan:

Parameter Metode Kriteria Penerimaan
Identitas IR, UVVis, TLC Sesuaikan dengan standar farmakope
Kandungan Bahan Aktif HPLC, GC 5% dari label claim
pH pHmeter Range sesuai monograf
Kekentalan Viscometer Dalam rentang farmakope
Kandungan Air Karl Fischer 0,5% (tergantung sediaan)
Stabilitas Uji ICH Tidak ada penurunan signifikan (>10%) selama periode uji

3.4 Pengujian Mikrobiologis

Pengujian ini meliputi:

  • Uji Kebersihan Total (Total Viable Count).
  • Uji Kontaminan Spesifik (E.coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa).
  • Uji Sterilitas (untuk produk parenteral).

Hasil harus berada dalam batas yang ditetapkan oleh BPOM atau farmakope bersangkutan.

3.5 Dokumentasi dan Laporan

Setiap pengujian harus dicatat dalam Log Book laboratorium, meliputi:

  • Tanggal dan waktu pengujian.
  • Nama operator dan supervisor.
  • Nomor batch, nomor sampel, serta kondisi penyimpanan.
  • Hasil pengujian lengkap dengan grafik, foto kromatogram, atau foto mikroskop.

Laporan akhir (Certificate of Analysis CoA) harus ditandatangani oleh Quality Control Manager sebelum obat dapat didistribusikan.

4. Tindakan Korektif dan Pencegahan (CAPA)

Jika hasil uji menunjukkan ketidaksesuaian, prosedur CAPA yang berlaku meliputi:

  • Isolasi Produk: Produk yang tidak memenuhi standar harus disimpan terpisah dan tidak boleh di distribusikan.
  • Investigasi Penyebab: Analisis akar penyebab (root cause analysis) untuk mengidentifikasi faktor proses, bahan baku, atau peralatan.
  • Perbaikan Proses: Revisi SOP, pelatihan ulang personel, atau kalibrasi ulang peralatan.
  • Pemantauan Ulang: Pengujian ulang pada batch yang sama atau batch berikutnya untuk memastikan efektivitas tindakan korektif.

5. Tantangan dalam Penyelenggaraan Uji Mutu

Beberapa kendala yang sering dihadapi antara lain:

  • Keterbatasan Sumber Daya: Laboratorium pemerintah tidak selalu memiliki peralatan terbaru seperti LCMS/MS, sehingga metode yang lebih sederhana harus dioptimalkan.
  • Variabilitas Bahan Baku: Bahan aktif yang diimpor dapat memiliki spesifikasi yang berbeda, memerlukan penyesuaian metode analitis.
  • Kualitas Personil: Ketersediaan tenaga ahli yang terlatih dalam bidang farmasi analytik masih menjadi tantangan, terutama di daerah terpencil.
  • Kepatuhan Regulasi yang Berubah: Standar internasional (misalnya ICH) terus berkembang, menuntut pembaruan prosedur secara berkala.

Strategi untuk mengatasi tantangan tersebut mencakup kolaborasi dengan laboratorium akreditasi, pelatihan berkelanjutan, serta penggunaan teknologi informasi untuk manajemen data uji mutu.

6. Penutup

Penyelenggaraan uji mutu obat pada instalasi farmasi pemerintah bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan elemen krusial dalam melindungi kesehatan publik. Dengan mengikuti landasan hukum, menerapkan prosedur standar yang ketat, serta mengembangkan sistem CAPA yang efektif, instalasi farmasi dapat memastikan bahwa setiap obat yang beredar di layanan kesehatan memenuhi standar keamanan dan kualitas tinggi. Investasi pada peningkatan sumber daya, pelatihan, dan pengembangan infrastruktur laboratorium akan memperkuat kemampuan institusi dalam menanggapi tantangan masa depan, termasuk munculnya obat biologik dan terapi inovatif yang menuntut metode analitis lebih canggih.

File Referensi Untuk PENYELENGGARAAN UJI MUTU OBAT PADA INSTALASI FARMASI PEMERINTAH
Screenshoot
Nama File
pmk22016.pdf

Ukuran File
0.28 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk PENYELENGGARAAN UJI MUTU OBAT PADA INSTALASI FARMASI PEMERINTAH. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

PENYELENGGARAAN UJI MUTU OBAT PADA INSTALASI FARMASI PEMERINTAH dan Link Download File Ref...


admin
Admin
2026-06-08 07:22:16

Evaluasi Pengelolaan Obat Kadaluarsa Di Instalasi Farmasi Kabupaten dan Link Download File...


admin
Admin
2026-06-02 11:22:04

GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RSUD Ir.SOEKARNO KABUPATEN SUKOH...


admin
Admin
2026-06-08 17:32:14

PROFIL SKRINING ADMINISTRASI DAN FARMASETIK RESEP ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN PADA PA...


admin
Admin
2026-06-08 12:24:11

DAFTAR OBAT KOMPARATOR UJI EKIVALENSI DAN OBAT GENERIK YANG TELAH MEMENUHI KRITERIA BIOEKI...


admin
Admin
2026-06-08 07:36:15