Merupakan spesies yang paling umum ditemukan di area terbuka atau semak belukar. Kantong bawah (lower pitcher) berbentuk silinder ramping dengan warna hijau kekuningan atau kemerahan. Peristome sempit namun jelas.
Eksplorasi ekologi *Nepenthes* sp. dan interaksi mangsa di ekosistem hutan gambut Bumi Perkemahan Sabaru, Palangka Raya. Kantong semar atau *Nepenthes* sp. merupakan tumbuhan karnivor unik yang dikenal dengan kemampuannya memerangkap serangga sebagai sumber nutrisi tambahan. Tumbuhan ini umumnya tumbuh di habitat yang kurang mengandung nitrogen, seperti tanah gambut, pegunungan kapur, atau hutan sekunder. Mekanisme karnivora pada *Nepenthes* melibatkan modifikasi daun membentuk kantong yang menghasilkan cairan pencernaan enzimatik. Kawasan Bumi Perkemahan Sabaru di Palangka Raya merupakan salah satu area ekosistem hutan gambut tropis yang mempertahankan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Sebagai bagian dari lahan gambut Kalimantan, wilayah ini menyajikan kondisi lingkungan yang idealtanah masam, lembab, dan sedikit nitrogenuntuk pertumbuhan berbagai spesies *Nepenthes*. Studi ini bertujuan untuk menginventarisasi keanekaragaman spesies *Nepenthes* yang terdapat di kawasan ini serta mengidentifikasi jenis serangga yang terperangkap di dalam kantongnya. Pemahaman mengenai hubungan simbiosis ini penting untuk mengetahui peran *Nepenthes* dalam rantai makanan ekosistem gambut dan upaya konservasinya menghadapi degradasi lahan. Sabaru Lokasi Penelitian: Hutan Gambut Tropis Penelitian dilakukan menggunakan metode transek garis. Petak contoh dibuat sepanjang jalur penelitian di area Bumi Perkemahan Sabaru. Setiap individu *Nepenthes* yang ditemukan dicatat spesiesnya, morfologi, dan jumlah kantong. Isi kantong semar diambil secara hati-hati menggunakan pipet tetes atau spatula kecil. Sample serangga yang terperangkap, baik yang masih hidup maupun mati, dikumpulkan ke dalam tabung reaksi yang berisi alkohol 70% untuk identifikasi. Identifikasi *Nepenthes* dilakukan di lapangan berdasarkan morfologi daun dan kantong (peristome, lidah). Identifikasi serangga dilakukan di laboratorium menggunakan kunci determinasi dan mikroskop binokuler hingga tingkat famili atau genus. Di kawasan Bumi Perkemahan Sabaru, ditemukan setidaknya tiga jenis spesies *Nepenthes* yang mendominasi. Berikut adalah deskripsi singkat dari spesies-spesies tersebut. Merupakan spesies yang paling umum ditemukan di area terbuka atau semak belukar. Kantong bawah (lower pitcher) berbentuk silinder ramping dengan warna hijau kekuningan atau kemerahan. Peristome sempit namun jelas. Dikenal memiliki variasi morfologi yang luas. Di Sabaru, spesies ini sering ditemukan dekat area yang sedikit lebih basah. Kantongnya biasanya panjang dengan sayap (wings) yang jelas di bagian depan. Spesies ini unik karena sering tumbuh di lantai hutan yang teduh. Kantong berbentuk labu atau ampul lebar dengan mulut yang menghadap ke samping atau miring. Sering ditemukan tumpukan kantong yang sudah gugur. Analisis isi kantong semar reveals bahwa sebagian besar mangsa terdiri dari serangga ordo Hymenoptera (lebah dan semut) serta Diptera (lalat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa *Nepenthes* berperan penting sebagai pengontrol populasi serangga dalam mikrohabitatnya. Mangsa dominan. Tertarik oleh nektar yang dihasilkan di daun penutup peristome (lidah). Sering terperangkap pada spesies dengan kantong lebar seperti *N. ampullaria*. Jumlahnya lebih sedikit namun berkontribusi pada biomassa nutrisi yang lebih besar. Studi di Kawasan Bumi Perkemahan Sabaru Palangka Raya ini menunjukkan bahwa hutan gambut di area tersebut masih memiliki potensi keanekaragaman hayati yang baik, khususnya untuk tumbuhan karnivor *Nepenthes*. Ditemukan setidaknya tiga spesies utama yaitu N. gracilis, N. mirabilis, dan N. ampullaria. Dari segi komposisi mangga, serangga dari ordo Hymenoptera (terutama semut) mendominasi isi kantong, diikuti oleh Diptera. Hal ini sesuai dengan teori bahwa *Nepenthes* cenderung memerangkap serangga yang tertarik dengan nektar di permukaan kantong. Oleh karena itu, pelestarian area ini sangat penting. Kegiatan perkemahan dan wisata alam di Sabaru harus diimbangi dengan kesadaran ekologi untuk tidak merusak habitat tumbuhan unik ini. Penelitian lanjutan disarankan untuk mempelajari variasi musiman dan dampak kebakaran hutan terhadap populasi *Nepenthes* di lahan gambut.Keanekaragaman Kantong Semar & Serangga di Sabaru
Pendahuluan
Metodologi Penelitian
1. Inventaarisasi Vegetasi
2. Pengambilan Sampel Serangga
3. Identifikasi dan Analisis
Keanekaragaman Spesies Nepenthes
Identifikasi Serangga Terperangkap
Kesimpulan dan Saran
