Definisi Kematian Ibu
Kematian ibu (Maternal Mortality) didefinisikan oleh WHO sebagai kematian seorang wanita selama kehamilan atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, yang bukan disebabkan oleh kondisi medis atau komplikasi yang tidak terkait dengan kehamilan atau proses persalinan. Angka kematian ibu (Maternal Mortality Ratio/MR) biasanya diukur per 100.000 kelahiran hidup.
Statistik di Indonesia
Menurut data Riskesdas 2021 dan laporan UNICEF 2023, Indonesia mencatat penurunan MR dari 177 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010 menjadi 177190 pada tahun 20202022, masih berada di atas target Sustainable Development Goal (SDG) yaitu kurang dari 70 per 100.000. Berikut rangkuman trend:
| Tahun | MR (per 100.000 kelahiran) |
|---|---|
| 2010 | 215 |
| 2015 | 190 |
| 2020 | 177 |
| 2022 | 185 |
Provinsi dengan MR tertinggi masih mencakup daerah-daerah dengan akses kesehatan terbatas, seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, dan beberapa wilayah di Sulawesi.
Penyebab Utama Kematian Ibu
- Perdarahan postpartum menyumbang sekitar 35% kasus.
- Infeksi postpartum 25% kasus.
- Komplikasi hipertensi (eclampsia, preeclampsia) 15% kasus.
- Komplikasi aborsi tidak aman 10% kasus.
- Obesitas dan komplikasi lain 5% kasus.
Faktor pendukung meliputi kurangnya pengetahuan tentang bahaya, keterlambatan dalam mencari perawatan, dan kualitas layanan kesehatan yang tidak merata.
Upaya Penurunan Kematian Ibu
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan beberapa program strategis:
- Program Keluarga Berencana (KB) meningkatkan intervensi prakehamilan dan pemantauan risiko.
- Program Bidan Desa (Bidan Pekerti) menempatkan bidan terlatih di wilayah terpencil.
- Penguatan Fasilitas Kesehatan Primer memperbaiki ruang bersalin, memastikan ketersediaan obat oksitosin, dan antibiotik.
- Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan akses finansial bagi ibu hamil.
- Pendidikan dan kampanye meningkatkan kesadaran akan tanda bahaya kehamilan melalui media massa dan kader posyandu.
Hasil evaluasi awal menunjukkan penurunan kematian ibu di beberapa kabupaten yang mengimplementasikan seluruh rangkaian intervensi.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Walaupun ada kemajuan, beberapa hambatan tetap mengganggu upaya menurunkan MR:
- Disparitas geografis daerah kepulauan dan pegunungan masih sulit dijangkau.
- Kekurangan tenaga kesehatan terampil terutama dokter spesialis kebidanan dan obstetri.
- Budaya dan norma sosial beberapa komunitas masih mengandalkan praktik tradisional yang berisiko.
- Data yang belum lengkap pelaporan kematian ibu di tingkat desa sering tidak akurat.
Kesimpulan
Angka kematian ibu di Indonesia masih berada di atas target SDG, meskipun tren menurun terlihat dalam satu dekade terakhir. Penyebab utama tetap terkait dengan komplikasi obstetrik yang dapat dihindari bila penanganan tepat waktu dan layanan kesehatan memadai. Mengurangi kesenjangan akses, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat sistem informasi kesehatan menjadi langkah kunci untuk menurunkan MR ke level yang diharapkan.
Sumber: Riskesdas 2021, UNICEF Maternal Mortality Report 2023, Kementerian Kesehatan RI.
